AUMBerita

Hadiri Wisuda Tahfiz PPAD, Abduh Hisyam: Al-Qur’an Tidak Hanya Dibaca Namun Juga Diamalkan

PWMJATENG.COM, Tegal – Sebagai komitmen dalam mencetak kader ulama, Pondok Pesantren Ahmad Dahlan (PPAD) menggelar Daurah Tahfiz Qur’an selama satu tahun. Puncak dari Daurah Tahfiz, Wisuda Tahfiz Akbar diselenggarakan oleh PPAD untuk mengapresiasi segenap santri yang sudah berhasil mengikuti Daurah Tahfiz Qur’an.

Bertempat di Aula PPAD, Wisuda Tahfiz Qur’an yang diikuti oleh segenap santri dihadiri secara langsung oleh Wakil Ketua PWM Jawa Tengah H. Muhammad Abduh Hisyam, S.Ag., Mudir PPAD Ustaz Inamullah, pengasuh, dan segenap wali santri, Senin (10/7/23).

Mudir PPAD Ustaz Inamullah dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan di PPAD merupakan pendidikan yang bersifat holistik.

“Pendidikan di PPAD adalah pendidikan holistik menyeluruh, semua santri diupayakan untuk memaksimalkan segala potensinya. Program hafalan Qur’an ini dilaksanakan dengan bergantian dan semua santri merasakannya secara merata. Kami siapkan dua pondok (cabang PPAD) khusus untuk Tahfiz; PPTQ AR. Fachruddin (Putra), Suradadi, Bojongsana dan PPTQ Siti Walidah (Putri), Jatinegara. Yang semuanya kami siapkan demi menunjang program tahfiz ini,“ ucap Inamullah.

Baca juga, Beda Manhaj Fikih Salafi-Muhammadiyah (1)

Wakil Ketua PWM Jawa Tengah H. Muhammad Abduh Hisyam, S.Ag. dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa berinteraksi dengan Al-Qur’an tidak hanya dengan sekadar mengafalkan ayat-ayat Al-Qur’an.

“Berinteraksi dengan Al-Qur’an tidak sekadar dengan menghafal saja, namun harus mampu menuliskan apa yang dihafalkan (sesuai kaidah Imla’), memahami apa yang dihafalkan, kemudian jadikanlah Al-Qur’an sebagai perlakuan kita dalam keseharian. Jadi, Al-Qur’an diwujudkan dengan perlakuan kita sehari-hari, jangan berhenti dalam hafalan saja,” tegas Abduh.

Tak hanya untuk santri, Abduh Hisyam juga memberikan wejangan khusus kepada para wali santri.

“Para wali santri perlu diperhatikan, anak-anak kita ini dididik untuk menjadi Qur’ani, maka sebagai orang tua harus mampu menjaga pola pendidikan ini dengan apa? Dengan meberikan makanan halalan thoyyiban serta tempat yang halalan thoyyiban juga. Agar apa? Agar mereka mampu “thu’ti ukulaha fi kulli hinin” (mampu memberi makanan (kebaikan-kebaikan) di mana mereka berada), atau mereka akan menyebarkan keberkahan-keberkahan untuk dirinya dan sekitarnya khususnya untuk orang tua para santri,” pungkas Abduh.

Kontributor : Alvin Qodri Lazuardy
Editor : M Taufiq Ulinuha

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE