Berita

Darul Arqam Paripurna IMM Digelar di Semarang, Tekankan Mentalitas Kader dan Gagasan Masa Depan

PWMJATENG.COMSEMARANG – Darul Arqam Paripurna IMM tingkat nasional digelar di Gedung Kuliah Bersama II Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Selasa malam (14/4). Kegiatan ini diikuti 46 peserta dari berbagai daerah dan menjadi forum penguatan mentalitas kader serta perumusan gagasan masa depan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Ketua Umum DPD IMM Jawa Tengah, Nia Nur Pratiwi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut di Semarang. Ia menyambut peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia untuk mengikuti agenda perkaderan selama enam hari.

Ketua DPD IMM Jawa Tengah menyampaikan sambutan pada pembukaan Darul Arqam Paripurna IMM di Semarang.

“Selamat datang di Kota Semarang, Jawa Tengah. Mudah-mudahan enam hari ke depan membawa gagasan baru dan pemikiran segar untuk IMM di masa depan,” ujarnya.

Nia menegaskan, Darul Arqam Paripurna IMM menjadi momentum penting untuk merumuskan arah gerakan organisasi. Menurut dia, kader IMM harus terus berkembang agar mampu menjawab tantangan zaman.

“DAP hari ini menjadi harapan kita semua untuk melahirkan pimpinan terbaik di masa depan. IMM harus terus bergerak dan tidak boleh stagnan,” tegasnya.

DAP Nasional IMM Dorong Kader Berpikir Strategis

Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader pada level paripurna. Ia mengatakan, kader pada jenjang ini harus memiliki pola pikir yang lebih luas dan tidak lagi melihat persoalan secara sektoral.

“Kalau sudah paripurna, pola pikirnya harus Indonesia. Indonesia itu kompleks, maka cara berpikirnya juga harus kompleks,” ungkapnya.

Riyan juga mengingatkan pentingnya menjaga mentalitas dan persaudaraan dalam organisasi. Menurut dia, tantangan IMM saat ini tidak hanya terletak pada intelektualitas, tetapi juga soliditas kader.

“Kalau kita tidak punya mental yang sehat, maka yang dikorbankan adalah masa depan Muhammadiyah. Infrastruktur sudah luar biasa, tapi kalau tidak dijaga, siapa yang akan merawat ke depan,” jelasnya.

Ia berharap melalui Darul Arqam Paripurna IMM, para kader tidak hanya meningkatkan kualitas berpikir, tetapi juga melahirkan tindakan nyata yang berdampak bagi umat dan persyarikatan.

“Jangan berpikir hanya untuk berpikir, tapi berpikir untuk bergerak. IMM harus melahirkan kader yang berdampak,” tambahnya.

Muhammadiyah Tekankan Keberlanjutan, Literasi, dan Idealisme

Rektor Unimus yang diwakili Wakil Rektor II, Hardi Winoto, menegaskan bahwa IMM bukan sekadar tempat berhenti dalam proses kaderisasi. Menurut dia, IMM harus menjadi ruang keberlanjutan pengabdian setelah masa kemahasiswaan selesai.

“Arena IMM itu bukan tempat pemberhentian, tapi tempat keberlangsungan. Banyak yang setelah tidak menjadi mahasiswa justru tidak lagi aktif. Ini yang kami titipkan, agar tetap berkontribusi di ranting, cabang, daerah, maupun wilayah,” tuturnya.

Wakil Rektor II Unimus menyampaikan sambutan pada pembukaan Darul Arqam Paripurna IMM di Semarang.

Ia juga mengajak kader IMM untuk menjaga keterikatan dengan Muhammadiyah serta memanfaatkan amal usaha yang ada, termasuk Unimus, sebagai ruang gerakan dan pengabdian.

“Unimus terbuka untuk kegiatan IMM dan Muhammadiyah. Jangan sampai lepas dari Kemuhammadiyahan. Silakan manfaatkan amal usaha yang telah berdiri di Semarang ini,” ujarnya.

Hardi menambahkan, kader Muhammadiyah harus tetap memberi manfaat di mana pun berada. Ia mengibaratkan Muhammadiyah seperti matahari yang terus memberi cahaya.

“Di mana pun berada harus tetap bersinar. Muhammadiyah itu seperti matahari, tidak boleh redup. Tidak harus mayoritas, tapi harus kuat dan memberi cahaya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah yang diwakili Wahyudi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan nasional tersebut di Jawa Tengah. Ia menjelaskan, Darul Arqam merupakan bagian penting dalam sistem perkaderan Muhammadiyah yang memiliki akar historis sejak masa Rasulullah.

“Perkaderan pertama dalam Islam dilakukan di rumah Arqam bin Abil Arqam. Dari situlah lahir kader-kader yang kuat secara iman dan pemikiran,” terangnya.

Wahyudi juga menekankan pentingnya budaya literasi dalam perkaderan. Menurut dia, istilah “Arqam” dapat dimaknai sebagai dorongan untuk membangun tradisi membaca, menulis, dan melahirkan gagasan.

“Untuk menulis, kita harus banyak membaca dan memiliki pemikiran luas. Maka kader IMM harus kuat dalam literasi dan gagasan,” ujarnya.

Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga idealisme di tengah tantangan zaman yang cenderung pragmatis. Menurut dia, kader IMM harus tetap memiliki orientasi nilai dan strategi dalam menghadapi kompleksitas persoalan.

“Kader IMM harus memiliki idealisme, berpikir keras, dan memiliki strategi dalam menghadapi kompleksitas zaman,” pungkasnya.

Acara pembukaan Darul Arqam Paripurna IMM juga diisi amanat oleh Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022–2027, Bachtiar Dwi Kurniawan, yang sekaligus membuka kegiatan tersebut.

Kontributor: Fika
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *