Anak Kandung Al Quran Yang Lahir Di Indonesia

Al Quran Ilustrasi
Al Quran Ilustrasi

Isi kandungan Alquran itu amat banyak. Karena saking banyaknya, siapapun takkan mampu menuliskan daftar nama mengenai isi kandungan Alquran. Allah sendiri menyatakan bahwa seluruh air dan dedaunan di muka bumi dibuat menjadi tinta untuk menulis daftar nama isi kandungan Alquran habis mengering, kemudian membuat tinta lagi sebanyak yang pertama untuk menlanjutkan menuliskannya, juga belum selesai meskipun tinta itu sudah habis. Begitulah Kira-kira pesan firman Allah yang termaktub dalam surat al-Kahfi ayat 109.

Meskipun isi kandungan Alquran itu tak terhigga oleh alat hitung manusia, namun yang terlahir dan dapat diketahui oleh manusia amat sedikit. Tulisan ini hendak menjelaskan anak kandung Alquran yang terlahir dan berdomisili di Indonesia.

Alenia-Alenia Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945

Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 terdapat beberapa anak kandung Alquran antara lain sebagai berikut:

  1. Alenia pertama berbunyi “Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan”. Anak kandung Alquran ini bernama keadilan. Saudaranya yang bernama berakar kata dengan keadilan ini cukup banyak, yaitu 28, antara lain bernama i’dilu, ‘idlun, ‘adlun, dan ‘adlan. Ia masih mempunyai saudara yang artinya sama dengan keadilan, yaitu al-qist. Saudara al-qsit juga banyak, 27, antara lain: aqsithu, qasithun, tuqsithu, qisthas, dan muqsithin.
  2. Alenia kedua berbunyi “Dan perjuangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Dalam alenia ini terdapat beberapa anak kandung Alquran baik yang menggunakan nama apa adanya maupun nama samaran, antara lain:
  3. selamat, nama aslinya adalah Islam.
  4.  rakyat, nama aslinya ra’iyyah),
  5. kemerdekaan, nama aslinya tersirat dalam surat al-Kafirun ayat terakhir.
  6. bersatu, nama aslinya i’tisham, tertulis di surat Ali Imran ayat 103.
  7. Berdaulat, nama aslinya adalah daulah, tertulis di surat Ali Imran ayat 140 dan surat al-Hasyr ayat 7.
  8. Adil (sudah dijelaskan)
  9. makmur, nama panggilan dari ista’mar tertulis di surat surat Hud ayat 61.
  10. Alenia ketiga berbunyi “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. Anak kandung Alquran yang dicatatkan dalam alenia ini cukup banyak:
  11. berkat (nama aslinya adalah barakah). Saudara kembar sebanyak 32 diberi nama mirip-mirip, umpama: tabaraka, mubarakat.
  12. rahmat. Saudara kandung rahmat ini cukup banyak, dan diberi nama seakar kata dengannya, umpama: rahima, rahmatan, rahmatin, rahmatun, yarhamu, arhama, ar-rahimin, yurhamun, dan turhamun. Jumlah saudara kembar ini sebanyak yaitu 379.
  13. Allah. Allah itu lam yalid walam yulad walam yakun lahu kufuwan ahad. Ia menjelaskan tentang diri-Nya dalam Alquran secara berulang-ulang sebanyak 2702 kali. Nama lain-Nya adalah ar-Rahman, disebut 57 kali, dan ar-Rahim disebut 114 kali.
  14. Yang Maha Kuasa, adalah juga nama lain dari Allah, nama aslinya adalah al-Qadir. Jumlah nama Allah yang seakar kata dengan al-qadir ini diulang sebanyak 132.
  15. rakyat (sudah dijelaskan)
  16. kebangsaan, nama aslinya adalah al-wathan, tertulis dalam surat at-Taubat ayat 25, dan
  17. bebas (sudah dijelaskan).
  18. Alenia keempat berbunyi “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” . Tercatat dalam alenia ini:
  19. Pemerintahan, nama aslinya adalah amara. Saudara kembarnya cukup banyak dan diberi nama seakar dengannya umpama: amartani, amartuk, amarakum, ya’muru, dan al-amr. Total saudara kembarnya sebanyak 249.
  20. Bangsa (sudah dijelaskan)
  21. Ketertiban, nama aslinya tartib adalah nama samaran dari al-waznu atau al-mizan yang berarti keseimbangan, memiliki saudara kembar 23, antara lain bernama: mauzun, waznan, dan mauzin.
  22. Merdeka (sudah dijelaskan)
  23. Abadi, lahir kembar sebanyak 28 kemudian diberi perbedaan nama sedikit, umpama abada.
  24. Keadilan (sudah dijeaskan)
  25. Kedaulatan (sudah dijelaskan)
  26. Rakyat (sudah dijelaskan)
  27. Ketuhanan, nama aslinya adalah ilah, sebanyak 93. Sebagian menunjuk kepada nama Allah, Sebagian menunjuk kepada selain-Nya.
  28. Maha Esa, nama aslinya adalah al-Ahad, umpama tertulis dalam surat al Ikhlash ayat 1
  29. Adil (sudah dijelaskan)
  30. Beradab, nama lainnya al-khluq tertulis dalam surat al-Qalam ayat 4
  31. Persatuan (sudah dijelaskan)
  32. Kerakyatan (sudah dijelaskan)
  33. Hikmat, nama aslinya adalah hikmah. Saudara kembarnya sebanyak 214 dengan nama mirip-mirip umpama: hakim, ahkam, hakima, hakimin, dan hukman.
  34. Permusyawaratan, nama aslinya adalah musyawarah, bisa tertulis syawir dan syura. Tertulis dalam surat Ali Imran ayat 159 surat asy-Syura ayat 38.
  35. Perwakilan, nama aslinya adalah al-wakil. Saudara kembar dengan nama-nama yang seakar kata dengannya umpama: tawakkal, tawakkalu, al-mutawwakkilun, dan wakilan sebanyak 72.
  36. Mewujudkan, nama aslinya wajada dan saudara kembarnya sebanyak 99 dengan nama-nama yang mirip, umpama: wujida, yajidu, yajidka, dan fawajada.
  37. Keadilan (sudah dijelaskan)
  38. Rakyat (sudah dijelaskan)
BACA JUGA  Eid al-Fitr : Momentum Rejuvenasi Diri

Anak Keguguran

            Anak yang gugur dari kandungan Alquran yang mau lahir di negeri ini sebagaimana termuat dalam naskah Piagam Jakarta adalah wajib dan syariat. Para bidan kelahiran ini terpaksa menggugurkannya karena kalau tetap hidup diprediksi merepotkan banyak orang, yaitu mereka yang lebih suka memisahkan diri dari negara kesatuan republik Indonesia.

Dengan profesionalisme dan disemangati oleh berbagai jiwa kandungan Alquran yang luhur, manusiawi, dan suci para bidan dan didukung oleh keluarga bidan yang memang mayoritas di negeri ini, maka dengan memohon ampunan dan ridha Allah, bayi yang akan diberi nama wajib dan syariat terpaksa dioperasi caesar dan langsung dikuburkan.

BACA JUGA  Fatwa Muhammadiyah: Serukan Banyak Infak Atasi Wabah Covid 19

Nasib Anak-Anak kandung Alquran

Di era sekarang ini, nasib anak-anak kandung Alquran amat merana dan tak terurus. Bukan hanya sekedar terlunta-lunta seperti anak tiri dari ibu yang garang, melainkan diusahakan untuk dimusnahkan oleh rezim yang sekarang ini berkuasa. Hasrat Pancasila handak diperas mejadi trisila, diperas yang kedua menjadi ekasila, lalu diperas lagi sehingga hilang sarinya tinggal ampas yang bernama ketuhanan yang berkebudayaan adalah contoh konkritnya.

Kata yang dikonotasikan intolerans, radikal, dan terorisme selalu dicercakan kepada orang-orang yang memperjuangkan kehidupan anak-anak kandung Alquran yang terlahir di negeri ini. Cercaan itu datang dari para pendukung yang bernama liberalisme, sekularisme, pluralisme, dan neo komunisme. Mereka ini dekat dan akrab dengan kekuasaan. Secara asasi memang berbeda haluan mereka dengan anak-anak kandung Alquran, meskipun keluara terakhir ini sebenarnya santun terhadap keluarga non quranik itu.

BACA JUGA  Haedar Nashir : Meniadakan Shalat Idul Adha di Tempat Umum saat Pandemi, Tidak Berarti Mengurang ngurangi Agama

Penutup

Dengan berharap kasih sayang Allah, ridah-Nya, dan usaha para perawat anak-anak kandung Alquran ini semoga segera berubah keadaan. Diharapkan, mereka tumbuh berkembang secara normal, dewasa, dan kuat sehingga mampu melindungi bangsa ini dengan penuh kedamaian, keadilan, dan kemakmuran. Amin.

Total
4
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts