190 Pemuda Muhammadiyah Wonosobo Ikuti Diklat Wajib Kokam

0
721

PWMJATENG.COM, WONOSOBO – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Wonosobo adakan Diklat Wajib Kokam angkatan 1 bertempat di Desa Sribit Wonolelo Wonosobo, Senin-Selasa, 24-25/12 2018.

Peserta diklat berasal dari seluruh cabang Pemuda Muhammadiyah Se Wonosobo dengan jumlah peserta 190 orang. Acara dibuka PCM Wonosobo ustad Didik Wiharyanto. Dalam sambutannya didik menyampaikan pentingnya pengkaderan sebagai pelangsung dan penyempurna gerakan Muhammadiyah, selain itu diklat hendaknya dijadikan momentum untuk memperbaharui niat dalam berkiprah di persyarikatan Muhammadiyah.

Dari 190 peserta, sepuluh diantara adalah perempuan dan 15 orang berasal dari Siswa Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah.

Egi, peserta dari Mts Muhammadiyah Mlandi didauluat untuk menjadi Komandan regu, meskipun diawal terlihat canggung namun dengan dukungan kakak-kakak pemuda akhirnya bisa membawa diri dengan semangat dan sukses hingga berakhirnya pendidikan.

Suparno, Komandan KOKAM Daerah Wonosobo saat ditemui menyampaikan, Pemuda Muhammadiyah jangan sampai terjebak dalam pusaran kebijakan politik praktis, bersikap netral dengan segala resikonya itu lebih baik daripada harus mengorbankan diri dan organisasi demi kepentingan segelintir orang (red: dimanfaatkan ).

PDPM Wonosobo, Firman Cahyadi juga menekankan kepada peserta dalam tausiyah shubuh, “ Kokam harus mempunyai tiga senjata. Pertama, tauhid. ”Kokam harus menanamkan ketauhidan dalam dirinya, agar tetap berpegang teguh dalam ajaran agama,” tuturnya.

Kedua, harus berilmu. ”Kalau mempunyai ilmu, akan semakin mudah menjawab tantangan zaman,” kata Firman. Ketiga, beramal. Mempunyai amalan yang baik, dan suka beramal untuk umat.

Sementara Sekjen PDPM Yusuf Hidayat mengatakan, sebagai Pemuda Muhammadiyah terutama anggota Kokam harus mampu menjaga aset Muhammadiyah dan keutuhan bangsa.  “Kita tidak perlu lantang teriak NKRI harga mati, karena sejatinya mengakui NKRI dengan Pancasilanya adalah sesuatu yang sudah final,” kata Yusuf.

Jadi, sambungnya, sudah seharusnya menjaga persaudaraan dengan sesama, menjaga Indonesia, Pancasila dan turunannya. Maka dari itu akan terwujud negara yang aman dan adil bagi segenap warganya.

”Diklat Kokam angkatan 1 ini menjadi awal bangkitnya Kokam di Wonosobo. Mari kita bersemangat berlomba-lomba dalam kebaikkan,” tandasnya.

Diklat diakhiri dengan pengambilan brevet di kubangan lumpur ditemani derasnya hujan. (*)