Zaenudin Ahpandi: Jangan Ada Rasa Ragu Memasuki Dunia Politik

0
445
Ma'mun Murod Al Barbasy saat mernyampaikan kuliah di sekolah politik yang diselenggarakan oleh PWPM Jateng di aula gedung pusat dakwah Muhammadiyah Kendal.

PWMJATENG.COM, KENDAL – Islam tidak melarang umatnya untuk berpolitik praktis, karena dengan memasuki dunia politik kebijakan Islam untuk kemaslahatan ummat dapat terlaksana dengan baik, maka kami mengimbau kepada temen – temen Pemuda Muhammadiyah untuk tidak merasa ragu ketika memasuki dunia perpolitikan.

Demikian kata ketua PWPM Jawa Tengah, Zaenudin Ahpandi di hadapan peserta sekolah politik PDPM Kendal Senin malam (5/6) di aula gedung pusat dakwah Muhammadiyah Kendal.

Zaenudin yang juga sekretaris MPI PWM Jateng menilai ranah politik praktis lebih strategis dalam berkontribusi nyata.

“ Bagi Penuda Muhammadiyah ranah politik penting dan jangan ditinggalkan,. Dengan berpolitik praktis kontribusinya terhadap bangsa dan Negara akan lebih nyata “ katanya.

Beliau berharap melalui sekolah politik tumbuh kesadaran melek politik lebih meningkat.

Hadir sebagai pembicara tunggal, dosen ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ma’mun Murod Al Barbasy dengan topik problematika ummat dan kebangsaan.

Ma’mun mengatakan, problematika keummatan muncul dpicu yang salah satunya adalah kentalnya nilai – nilai khilafiyah yang selalu menjadi topic utama di masyarakat.

“ Mestinya setiap tokoh muslim mampu menghemat, tidak mengumbar persoalan khilafiyan di masyarakat. Hal tersebut akan menjebak Islam yang sulit berkembang, karena persoalan – persoalan kecil “

Pakar komunikasi politik Islam tersebut menambahkan, sampai saat ini sulit mencari tokoh Islam sentral, yang mewakili Islam secara keseluruhan.

“ Yang terjadi justru muncul tokoh perwakilan dari kelompok Islam tertentu. Munculnya Hasyim Muzadi dan Din Syamsuddin dinilai sebagai tokoh perwujudan dari dua ormas Islam terbesar, NU dan Muhammadiyah. “ ujar Ma’mun.

Terhadap problematika kebangsaan yang di dalamnya terdapat ideologi, penulis buku Anas Urbaningrum Tumbal Politik Cikeas, mengatakan bagi Muhammadiyah negara pancasila sebagai hasil konsensus nasional, dar al-‘ahadi dan sebagai tempat persaksian, dar al-syahadah, untuk menjadi negara yang aman dan damai, dar al-salam menuju kehidupan yang maju, adil, makmur, bermartabat, serta berdaulat dalam naungan ridho Allah.

PWPM Jateng menggelar sekolah politik di enam karisidenan se Jateng, yaitu di Kab. Kendal, Kota Tegal, Kab. Pati, Kab. Purworejo, Kab. Sragen, dan Kab. Banyumas (A. Gofur/MPI Kendal)