Ustadz Farchan Tontowi: Mubaligh Muhammadiyah Dilarang Berhenti Dalam Menunaikan Dakwah

0
616
Wakil ketua PDM Kendal,koordinator Majelis Tabligh, KH.Ustadz M. Farchan Tontowi (paling kiri) saat memberi pengarahan kepada peserta Rakor Majelis Tabligh.

PWMJATENG.COM, KENDAL – Mubaligh yang ada di Muhammadiyah dalam menunaikan tugas – tugas dakwah Islamiyah dilarang berhenti, meski hanya sejenak, tetapi tetap terus bergerak, dan ketika memasuki dunia teknologi informasi, mubalih Muhammadiyah dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam melayani umat sebagai penyambung dakwah Rasulullah.

Demikian kata wakil ketua PDM Kendal, koordinator Majelis Tabligh, KH. Ustadz M. Farchan Tontowi ketika menyampaikan pidato pengarahan pada acara rakor Majelis Tabligh Ahad (21/5) di aula PDM Kendal. Menurut Farchan, jika kita cermati para nabi dan rasul Allah merupakan mubaligh Allah dengan tugas utama adalah menyampaikan kerisalahannya kepada ummat, tetapi ketika para utusan Allah itu sudah tidak ada lagi, maka tugas penyampai dakwah ada di tangan mubaligh.

“ Tetapi ketika para nabi dan rasul sudah tidak ada lagi, wafat, maka agar risalah tetap sampai pada ummat manusia, mubalighlah yang bertugas “ katanya.

Ditambahkan, untuk menjadi mubaligh Muhammadiyah diperlukan pemahaman dan disiplin ilmu dakwah dengan ciri – cirinya.

“ Ada  ciri – ciri mubaligh Muhammadiyah, diantaranya memahami prinsip al Islam yang sebenarnya, menghargai perbedaan dalam pemahaman yang diyakini oleh sebagian ummat, tidak mengenal lelah dalam mencerahkan ummat, dan lebih mengedepankan uswatun hasanah dalam berbagai hal “ jelas Farchan.

Rakor diikuti oleh seluruh ketua Majelis Tabligh PCM se Kab. Kendal dan Ortom daerah Kendal. Di hadapan 54 peserta, ketua Majelis Tabligh PDM Kendal, Drs. H. Jumali mengatakan Rakor sebagai upaya menyiapkan mubaligh Muhammadiyah khususnya di bulan Ramadhan.

“ Sebelum masuk Romadhan seluruh majelis tabligh di PCM sudah mempersiapkan para mubalighnya untuk berdakwah di masjid, musholla atau tempat pengajian “ kata Jumali.

Beliau berharap bulan Ramadhan sebagai momentum yang tepat bagi mubaligh Muhammadiyah untuk menyampaikan dakwahnya.

“ Manfaatkan sebaik mungkin bulan Ramadhan sebagai ajang dakwah “ pesannya. ( A.Ghofur/MPI Kendal)