Ustadz Dzikrullah: Nasrun Minallah Akan Terjadi karena Sebab Musabab

0
1108
Ustadz Dzikrullah, da'i muda, alumni UGM ketika menyampaikan tausiah di hadapan jamaah subuh ceria masjid Annur Kedonsari, Penyangkringan, Weleri.

PWMJATENG.COM, KENDAL – Orang muslim selalu membutuhkan nasrun minallah, pertolongan dari Allah dan pertolonganNya itu sejatinya tidak turun dengan sendirinya, melainkan adanya sebab musabab. Demikian dikatakan Ustadz Dzikrullah, ketika menyampaikan tausiahnya dalam subuh ceria Sabtu (11/2) di masjid Annur Kedonsari, Penyangkringan, Weleri, Kendal.

Menurut beliau, seorang pribadi muslim akan merasakan pertolongan Allah jika mampu meraih sebab musabab, di antaranya adalah keteguhan iman dan amal sholeh. “Allah akan memberi pertolongan tidak hanya kepada kaum muslimin, melainkan mereka yang memiliki keteguhan iman dan senantiasa memiliki kegemaran beramal sholeh,” katanya.

Ditambahkan, pertolongan Allah juga akan dirasakan disebabkan membela agamaNya. “Allah akan menurunkan pertolongan kepada kaum muslimin ketika membela agamaNya baik secara i’tiqodiyah, keyakinan, amaliyah, perbuatan, maupun secara qouliyah, ucapan dengan jalan dakwah menuju jalan Allah,“ ujarnya.

Di hadapan ratusan anggota jamaah subuh, ustadz muda itu memaparkan, nasrun minallah bisa dinikmati oleh orang – orang muslim yang selalu menjaga sillaturrahim, mengedepankan komunikasi. “Dengan menjalin komunikasi, silaturrahim yang intens keberadaan kaum muslim dengan komunitas muslim lainnya akan membentuk sebuah persatuan. Disinilah Allah menurunkan pertolongan,“ tegas Dzikrullah.

“Kaum muslimin yang memiliki keteguhan hati, keberanian, dan menumbuhkan jiwa pengorbanan dalam perjuangan akan mendapat pencerahan, berupa pertolongan dari Allah, maka kita harus berteguh hati, menumbuhkan keberanian, dan pengorbanan,“ tegasnya lagi.

Ustadz yang juga alumni UGM tersebut berkeyakinan, nasrun minallah akan diperoleh bagi kaum muslimin yang banyak berdo’a dan berdzikir. “Tidak ada persenjaan dan benteng utama kaum muslimin kecuali do’a dan dzikir. Sabar dan menjaga kesabarannya sebagai bentuk ujian dari Allah, sabar dalam menjalankan perintah dan larangannya, serta sabar dalam menerima takdir yang menyakitkan,“ paparnya.

Di bagian akhir menurut beliau, untuk menggapai pertolongan Allah diperlukan pendekatan kepadaNya dengan amalan yang baik. “ Taqarub ila Allah, mendekatkan diri kepada Allah dilakukan dengan amalan – amalan munjiyat, penyelamat, dengan memperbanyak istighfar dan taubat, meningkatkan ketaqwaan, memperbanyak amar ma’ruf nahi munkar, menundukkan diri kepada Allah, dan menjadikan Nabi sebagai uswah hasanah,“ pungkasnya ( A. Gofur/MPI Kendal )