Tetap Tinggal di Asrama, Siswa SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen Racik Ratusan Botol Hand Sanitizer

0
101

PWMJATENG.COM, Sragen– Masker dan alat cuci tangan atau hand sanitizer saat ini menjadi barang yang sangat mahal dan langka. Merebaknya virus Covid-19 atau corona yang semakin meluas membuat orang-orang memburu alat tersebut. Sanitizer yang biasa dapat dibeli dengan harga ribuan atau puluhan ribu kini menjadi ratusan ribu per botolnya.

Kelangkaan dan mahalnya harga hand sanitizer membuat guru-guru SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Dimsa) turut andil dalam memproduksi hand sanitizer. Pembuatan hand sanitizer ini diprakarsai oleh Riski Rachmawati selaku guru fisika dan pembimbing ekstrakurikuler karya ilmiah remaja dengan melibatkan para siswa yang tergabung di dalamnya.

Riski mengungkapkan bahwa salah satu cara sekolah mengantisipasi penyebaran virus corona dengan sering mencuci tangan. Maka dengan itu, kami membuat hand sanitizer yang akan disediakan di setiap depan kelas.

“Kami bersama tim selama empat hari sejak senin kemarin terus berupaya memproduksi hand sanitizer dalam jumlah besar. Hal ini mengingat para santri tetap tinggal di pesantren dan dikarantina di sini. Jadi, ya kami harus menyediakan dengan jumlah banyak,” imbuhnya saat diwawancarai.

Hand sanitizer yang diproduksi guru fisika dan para santri ini dibuat dari alkohol, lidah buaya, dan jeruk nipis. Riski mencontohkan cara pembuatan hand sanitizer dengan ukuran 300 ml, maka diperlukan 200 ml alkohol, 100 ml aloevera/ lidah buaya, dan ½ sendok jeruk nipis. Ia juga mempraktekan dengan cara menghaluskan aloevera dengan cara diblender, kemudian perasan jeruk nipis, lalu ditambahkan alkohol.

Selama empat hari ini, SMP Darul Ihsan Muhammadiyah sudah hampir memproduksi 1000 botol dengan berbagai ukuran. Hand sanitizer tersebut nantinya akan dibagikan kepada seluruh santri yang tetap melaksanakan kegiatan belajar dan tinggal di pesantren. Para guru pun juga dibagikan hand sanitizer. selain itu, setiap kelas juga disediakan hand sanitizer.

Kegiatan produksi hand sanitizer ini akan terus dilakukan sampai pemerintah mengatakan aman dari virus corona. Hal ini dilakukan sebagai bentuk melindungi para siswa dari penyebaran virus corona. (*)