Tanggulangi Penyakit TB-HIV, SSR Purbalingga Gelar Monitoring Evaluation Meeting

0
560

PWMJATENG.COM, PURBALINGGA – Guna meningkatkatkan peran untuk pelayanan kesehatan non pemerintah, community TB-HIV Care Purbalingga gelar monitoring evaluation meeting. Pertemuan ini untuk meningkatkan peran perempuan dalam penanggulangan penyakit TB dan HIV.

Gerakan pemberantasan penyakit tuberculosis (TB) dilakukan ‘Aisyiyah Purbalingga.Melalui program sub- sub recipient (SSR) community TB HIV Care ‘Aisyiyah Purbalingga menggelar kegiatan monitoring -evaluation meeting for community TB adres di owabong cottage purbalingga, Rabu, (2/8/2017).

Kegiatan yang dijalankan ini melibatkan para kader TB-HIV SSR ‘Aisyiyah Purbalingga dengan menghadirkan dua narasumber dari dinas kesehatan dan pimpinan daerah ‘Aisyiyah Purbalingga, kemudian dua fasilitator yang berasal dari SSR dan progamer TB puskesmas yang mendampingi selama satu hari kegiatan.

Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA)Purbalingga,Siti Zuharoh mengatakan ‘Aisyiyah sebagai perwakilan komponen civil society di Purbalingga yang terpilih oleh global fund untuk meluncurkan program implementasi program community TB-HIF Care gf-atm ‘Aisyiyah.

Menurutnya program ini banyak bergerak dalam mensosialisasikan hak pasien dan kewajiban pasien, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan peran perempuan dalam penanggulanagan tuberculosis di Kabupaten Purbalingga.

“Kegiatan ini adalah kegiatan monitoring evaluasi kader, dalam rangka untuk mengetahui sejauh mana kader TV HIV Care ‘Aisyiyah Purbalingga sudah melaksanakan tugas. Kemudian dari situlah nanti kita akan mengvaluasi, sehingga tahu apa saja kendala-kendala yang dihadapi dilapangan. Kemudian kita cari solusi dan jalan keluar dengan harapan agar terget untuk penyampaian saspek itu bisa terlaksana,” katanya.

Sementara itu Kasi P2PM Dinas Kesehatan Aji Sungbodo menjelaskan bahwa antara penyakit TB dan HIV suadah sangat dekat, dan keduanya harus dideteksi sejak dini.Menurutnya penyakit tersebut bagaikan fenomena gunung es.

“karena TB dan HIV itu sudah sepupu, jadi keduanya harus seiring untuk mendeteksi juga, bagi mereka yang terkena TB dan HIV. Dan itu sekarang bagaikan fenomena gunung es, artinya kita baru menemukan sebagian, katakanlah 35 % yang baru kita temukan. Tapi masih ada 65 % yang belum kita kita temukan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah Purbalingga akan bekerjasama dengan kader kesehatan yang sudah tersebar di setiap desa. Selama kegiatan ini nantinya bisa digunakan sebagai bahan evaluasi persoalan yang ada dilapangan. (tgr)