Tafsir; Mendirikan PAY Muhammadiyah Hj. Sutiah di Darupono Modal Nekad

0
711
Ketua PWM Jateng, Drs. H. Tafsir saat menyampaikan tausiah di hadapan jamaah pengajian dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan gedung PAY Hj. Sutiah di Darupono, Kaliwungu Selatan, Kendal.

PWMJATENG.COM, KENDAL – Di Muhammadiyah hampir setiap pekan pasti ada kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Amal Usaha Muhammadiyah, termasuk acara peletakan batu pertama pembangunan PAY Muhammadiyah, Namun untukpembangunan PAY Muhammadiyah Hj. Sutiah di desa Darupono kami nilai karena nekad, maka jangan sampai berani melawan orang – orang yang nekad.

Demikian dikatakan ketua PW MuhammadiyahJawa Tengah, Drs. H. Tafsir, M.Ag ketika menyampaikan tausiah di hadapan ratusan jamaah pengajian Ahad siang (30/70) di desa Darupono, Kaliwungu Selatan, Kendal.

Menurut Tafsir, kenekadan PCM Kaliwungu Selatan berani mendirikan PAY setelah diketahui dari panitia pembangunan, jika di desa Darupono sampai saat ini belum berdiri Pimpinan Ranting Muhammadiyah.

“ Inilah Muhammadiyah yang disebuit sebagai gerakan filantropi yang bervisi kemanusiaan, sebuah gerakan kaum dermawan yang peduli terhadap kelompok yatim dan miskin dengan mendirikan PAY “ ujarnya.

“ Meskipunbelumberdiri PRM, bukanberartinekadjihad fiisabilillahtidakberjalan. Gerakan Islam amarmakrufnahimungkarsebagaicirikhasMuhammadiyahsenantiasadirawat. “ tambahnya.

Dikatakan lagi, mendirikan PAY dan mengasuh anak – anak yatim bagi Muhammadiyah sebagai sebuah kesadaran sosial yang mampu menebarkan kedamaian di mukabumi.

“ Maka gerakan filantropi, membelanjakan sebagian harta benda yang dimiliki akan memperkuat posisi Muhammadiyah sebagai penyebar rahmatanlilalamien “,

Sejalan dengan hal tersebut, ketua PDM Kendal, H.Muslim yang turuthadir, mendirikan PAY oleh Muhammadiyah sebagai penerjemahan dari Al qur’an Surat Al Ma’un di ranah nyata.

“ Walaupun di Darupono belum berdiri PRM, namun arus besar untuk menterjemahkan Surat Al Ma’un di alam nyata tidakbisa dibendung. Apalagi setelah menerima amanat dari keluarga Hj. Sutiah dan Sumini berupa wakaf sebidang tanah untuk pendirian gedung PAY Muhammadiyah tidak bisa dielakkan“ tegas Muslim.

Menurut beliau, warga Muhammadiyah jika ingin terhindar dari kelompok orang yang mendustakan agama, maka satu – satunya jalan adalah menyantuni anak – anak yatim melalui pendirian PAY yang di dalamnya akan dilakukan pengasuhan, pendidikan, dan bimbingan bagi anak – anak yatim.

Ketua panitia pembangunan PAY Muhammadiyah Darupono, H. Machsus bin Mastur, S.Pd, Dip.Kmd menuturkan, PCM Kaliwungu Selatan telah menerima wakaf sebidang tanahdari keluarga Hj. Sutiah.

“ Luasnya sekitar 400 m2 lebih, yang akan kita bangun bersama meliputi ruang utama, ruang tidur, ruang belajar, dan kamar mandi. “ kata Machsus.

“ Pembangunan gedung PAY ini akan menghabiskan biaya sekitar Rp 800 juta rupiah. Bantuan infaq dari warga Muhammadiyah sangat kami harapkan.“ tambahnya.

Dari pengajian yang menghadirkan warga dan simpatisan Muhammadiyah tersebut telah terkumpul infaq sebanyak Rp 89.926.800, belum termasuk gelang seberat 6 gram, dan sejumlah material dari jamaah pengajian. (A.Ghofur/MPI Kendal)