Tafsir: Hijrah Sebagai Poltitik Rasulullah, di Jawa Identik Makanan dan Budaya

0
690

KENDAL– Peristiwa hijrah Nabi Muhammad beserta para sahabatnya dari Makkah menuju Madinah memiliki nilai politik dan strategi sebagai ikhtiar untuk menyebarkan agama Islam.

Demikian disampaikan Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Drs. H. Tafsir, MAg pada Ahad (2/10) di aula Kecamatan Rowosari, Kendal. Kegiatan pengajian tersebut digelar dalam rangka mangayubagyo semarak tahun baru Islam 1438 H, sekaligus pelantikan PCM, PCA, PCNA dan PCPM setempat.

Di hadapan ratusan jamaah, Tafsir mengungkapkan, peristiwa hijrah Rasulullah dan kaum muhajirin tidak sekedar berbondonng – bondong berpindah menuju kota Madinah.
“ Ada tujuan tertentu yang ingin dicapai Rasulullah ketika hijrah ke Madinah, antara lain menyelamatkan aqidah para pengikutnya yang telah ber-Islam, dan strategi pengembangan agama Islam ke Madinah “ katanya.

Islam di Makkah pada waktu itu sulit berkembang karena ancaman

“Banyak ancaman dari kafir quraisy yang diterima beliau dan para sahabatnya, sampai – sampai akan dibunuh “ jelasnya.

Lulusan S.2 Magister Etika Islam tersebut menilai, hijrah Rasulullah beserta pendukungnya ke Madinah sebagai awal perkembangan Islam yang mampu menghasilkan Piagam Madinah.

“Setelah mampu menembus Madinah, Rasulullah mendeklarasikan Piagam Madinah, sebuah undang – undang yang mengatur tata kelola kehidupan sosial politik pada waktu itu,“ tandasnya.

Sedangkan Islam di Indonesia, khususnya di jawa menurutnya terdapat ragam kegiatan ketika menyambut tahun baru Islam.

“ Masyarakat Islam di Jawa tradisi menyambut 1 Muharam biasa menyelanggarakan ragam kegiatan yang bermuara pada dua hal, yaitu makanan, dan budaya.” katanya.

“Tersajinya berbagai jenis makanan dikemas dalam bentuk kenduri, atau selamatan di tempat – tempat tertentu dimaknai oleh mereka sebagai wujud ngalap berkah. Juga aneka budaya terlaksana, seperti lek – lekan semalam suntuk tidak tidur sebagi bentuk tirakatan. Ritual 1 suro telah dikenal masyarakat jawa sejak masa pemerintahan Sultan Agung,“ ungkapnya.

Ketua PCM, PCA, PCNA dan PCPM Rowosari yang dilantik adalah hasil keputusan Musycab bulan September lalu, mereka adalah Drs. H. Jumali ketua PCM, Rodhiah, S.Pd Ketua PCA, Amilatul Khusna, SE ketua PCNA, dan Nur Khozin, S.Pd.I, Dip.Kmd ketua PCPM. Turut hadir di tengah – tengah acara wakil sekretaris PDM Kendal H. Moh. Antono, SE, Dip.Kmd, Camat Rowosari, Muhamad Fatoni, SE, jajaran PRM se Cabang Rowosari, dan Anggota serta simpatisan Muhammadiyah se Kecamatan Rowosari (Nur Rofiq/MPI Kendal )