SMK Muhammadiyah 3 Weleri Terima Bantuan 20 Alat Praktik Router Microtik dari Latvia

0
526
Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri, H. Yusuf Darmawan, M.Pd ketika menerima bantuan peralatan router microtic dari perwakilan Latvia, Eropa Utara, Ziad Sobri di sekolahan setempat.

PWMJATENG.COM, KENDAL – SMK Muhammadiyah 3 weleri, Kendal tampaknya tidak akan merasa lelah untuk melakukan inovasi program proses pembelajaran di sekolahannya sesuai dengan jurusan yang telah dibuka.

Terbukti, setelah sukses Samsung dan Axioo class program, sebuah program kerja sama antara dunia industri IT dengan dunia pendidikan dengan tujuan menghasilkan lulusan kerja siap pakai, kini SMK milik Persyarikatan Muhammadiyah di bawah binaan PT Astra tersebut melangkah lagi dengan pasti pada Rabu (11/1/17) menerima bantuan 20 alat praktek Router Microtik dari perusahaan yang ada di Latvia.

Bantuan tersebut diserahkan oleh sebuah perwakilan pabrik Router  Microtik yang ada di Indonesia. Microtik sendiri adalah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer menjadi router network yang handal. Dan teknis pelaksanaannya melalui Kelas Microtic Academy dan untuk menerapkan kurikulum pembelajaran berbasis microtik lembaga pendidikan tersebut memiliki program keahlian Tehnik Komputer dan Jaringan ( TKJ )

Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri, H. Yusuf Darmawan, MPd, mengatakan Microtic Academy diharapkan dapat meningkatkan kualitas anak didik yang ada di sekolahannya. Mereka yang lulus dari sekolahan ini tidak sekedar pegang ijazah, tetapi juga memiliki skill tertentu, sehingga menjadi pegawai yang handal di tempat bekerja. “Kami menginginkan kualitas SDM lulusan SMK benar – benar menjadi tenaga handal, dengan skill mumpuni,” jelas Darmawan.

Sebagaimana diketahui, SMK didirikan agar menyiapkan siswa – siswinya menjadi tenaga trampil produktif untuk mengisi dunia industri. Lulusan SMK 70 persen nantinya menjadi pekerja, 10 persen berwirausaha, dan 20 persen melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Pembukaan program Microtic Academy , diharapkan memiliki dampak positif, siswa kami memiliki skill lebih, jika dibandingkan dengan lulusan sekolah lain, sehingga mereka berpeluang lebih baik dan diterima di dunia industri. Syukur dapat diterima di perusahaan luar negeri,” tuturnya.

Ketua panitia penerima peralatan Microtic, Achmad Rifqi mengungkapkan,  Microtic Academy dilaksanakan untuk mengatur jaringan, agar nantinya bisa mendapatkan perekrutan bagi pekerja dengan skill tersebut. Namun, persyaratan untuk dapat memenuhi kriteria tidak mudah, karena pihak sekolah diharuskan dapat meluluskan sejumlah siswanya pada tes sertifikasi Mikrotic Training Certified Network Associate (MTCNA). “Tes sertifikasi dilakukan secara online dengan pertanyaan dan penilaian langsung dari Latvia. Tes ini dilakukan dalam Bahasa Inggris yakni 25 soal harus bisa dikerjakan dalam waktu 1 jam. Nilai 65, peserta dinyatakan lulus. Namun jika nilainya mencapai 75 maka akan diminta menjadi mentor atau tentor,” papar Rifqi, salah satu guru produktif TKJ.

Sedangkan Koordinator Micro Tik, Ziad Sobri, menginginkan untuk merekrut banyak tenaga engineering muda dari Indonesia untuk dapat dipekerjakan di berbagai perusahaan yang ada di beberapa negara.

“Sampai saat ini paling tidak ada 150 SMK dan perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki Microtic Academy. Mereka akan diminta untuk mengikuti tes sertifikasi yang terbagi dalam 3 tingkatan. Kelas pertama disebut TCNA – MikroTik Certified Network Associate (Basic Essentials), sebuah kelas yang dipersiapkan untuk kelas yang lebih tinggi, yaitu MTCWE Micro Tik Certified Wireless Angineer (Wereless), dan MTCRE Micro Tik Certified Routing Engineer (Routing ),” tegasnya.

Ziad berharap program ini memiliki dampak positif terhadap perkembangan pembelajaran siswa. “Microtic ini bisa menjadi pintu masuk untuk pembelajaran siswa lebih berkualitas”.

Menurutnya, di Kendal ada 3 SMK yang telah menerima bantuan Alat Praktek Router Microtic Academy, yaitu SMK N 4 Kendal, SMK Harapan Mulya, dan SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Kenda. ( A.Gofur/MPI Kendal )