SMA Muhi Karanganyar Menjadi Sekolah Siaga Kependudukan

0
73

PWMJATENG.COM, KARANGANYAR – Momentum Milad 43 tahum SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar (baca : SMA Muhi) yang jatuh tanggal 18 November semakin mengukuhkan diri sebagai Amal Usaha Muhammadiyah yang konsen mengusung spirit Al Maun dari Kyai Ahmad Dahlan. Puncak Milad 43 SMA Muhi diperingati, Selasa (19/11) dengan berbagai kegiatan salah satunya pengukuhan SMA Muhi sebagai Sekolah Siaga Kependudukan.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Advokasi dan KIE kantor BKKBN Pusat Sugiyono, ketika memberikan sambutan dalam puncak Milad 43 SMA Muhi. “Pada hari ini, dalam peringatan Milad 43 SMA Muhi Karanganyar kita (baca: BKKBN) mengadakan perjanjian kerjasama dengan menjadikan sekolah ini sebagai Sekolah Siaga Kependudukan dan jadi sekolah ini sebagai media penyebaran informasi terkait program-program kependudukan dan Keluarga Berencana dari pemerintah”.

Pada kesempatan tersebut sekaligus dilakukan kontrak kerjasama ‘Penguatan Pengelolaan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar’. Kerjasama ini ditanda tangani oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Karanganyar dan Kepala SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Disaksikan oleh Direktur Advokasi dan KIE kantor BKKBN pusat dan Kepala Wilayah BKKBN Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan penanda tanganan kontrak kerjasama SMA Muhi dengan BKKBN ini menjadi salah satu rangkaian acara puncak Milad 43 SMA Muhi sekaligus Milad 107 Muhammadiyah. Acara dimeriahkan oleh artis kondang Didi Kempot bersama Bupati Karanganyar yang berduet menyanyikan lagu hingga membuat suasana jadi “Ambyar”.

Kepala SMA Muhi Munfarid, dalam sambutannya menyampaikan jika Milad yang mengusung tema ‘Born to Shine’ ini untuk mengambil sisi lain konsep ” Ambyar”. Ambyar yang kita usung ini adalah dalam makna pemikiran bebas terkontrol hingga bisa membedakan mana hal baik dan mana hal buruk. Layaknya Sang Surya (baca : Matahari) yg sinarnya ambyar menyinari semua dengan tidak pilih kasih”.

“Kami ingin menembus batas, bukan berarti melanggar batas” tambah Munfarid yang juga ketua Lazismu PDM Karanganyar ini. (MPI PDM Kra-JOe).