SMA Muhammadiyah Wonosobo Terpilih Jadi Pilot Project SSK

0
44

PWMJATENG.COM, Wonosobo – SMA Muhammadiyah Wonosobo terpilih menjadi pilot project menjadi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dari Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Kabupaten Wonosobo. Launching SSK bertempat di gedung pertemuan SMA Muhammadiyah bersama dengan dua sekolah lainnya,, SMA 1 Wonosobo dan SMP Negeri 1 Selomerto. (20/11).

Karena semakin banyaknya sekolah yang meminta ikut terlibat langsungprogram ini, BKKBN baru bisa membuat sekolah percontohan atau centre of excelellence dan tiga sekolah di kabupaten Wonosobo menjadi yang pertama untuk ikut terlibat dalam program ini.

Sekolah Siaga Kependudukan merupakan program BKKBN unutk menekan angka jumlah penduduk di Indonesia.

Hadir dalam launching SSK kepala badan perwakilan BKKBN provinsi Jawa Tengah, Wakil Bupati Wonosobo, sekda, seluruh kepala Dinas pemkab Wonosobo, PDM Wonosobo serta kommite SMA Muhammadiyah yang menyaksikan langsung acara tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan perempuan, perlindungan anak,pengendalian penduduk dan keluarga berencana ( DP3AP2KB ) kab Wonosobo Erna Yuniawati menyampaikan dalam sambutannya “sekolah siaga kependudukan adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana kedalam beberapa mata pelajaran.” Sambungnya .

Saat ini, katanya peran BKKBN disamping memberikan pemahaman soal fertilitas dengan menurunkan angka kelahiran, pihaknya juga mengupayakan agar remaja saat ini, harus memahami masalah-masalah akibat kependudukan.

Hal ini bertujuan, agar remaja, sudah memiliki rencana matang dalam hidupnya ke depan. Beragam persoalan terjadi akibat tidak terkendalinya jumlah penduduk, mulai dari persoalan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, hingga kriminalitas.

“Konsep SSK ini, di dalamnya tentang materi kependudukan disesuaikan dengan materi pembahasan mata pelajaran. Tapi bukan mata pelajaran baru, melainkan memasukkan isu-isu kependudukan ke dalam mapel sesuai dengan kekhasan masing-masing bidang studi,” katanya.

Zulfan Setyanto kepal SMA Muhammadiyah menambahkan, penunjukan SSK ini sesuai dengan obsesi sekolah untuk mewujudkan program kependudukan disekolah, harapannya dengan pendidikan kependudukan in bisa mewujudkan tatanan yang baik dimasyarakat yang didukung infrastruktur yang memadai. (hans)