SMA Muhammadiyah 1 Pekalongan Seriusi Perkaderan Lewat HW

0
1067
Kader Hizbul Wathan 9HW) SMA Muhammadiyah 1 Pekalongan

PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Berbicara perkaderan Muhammadiyah akan erat kaitannya dengan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), salah satunya adalah sekolah. Maka SMA Muhammadiyah 1 Pekalongan akan menseriusi perkaderan tersebut. Dalam hal ini melalui Organisai Otonom (ORTOM) intra Sekolah Hizbul Wathan (HW).

Keseriusan perkaaderan tersebut disampaikan oleh Pembina HW SMA 1 Muhammadiyah Pekalongan, Sanyoto, Sabtu (22/10/2016). Ia menuturkan Keseriusan itu dibuktikan dengan adanya pelatih HW tingkat nasional di SMA Muhammadiyah Pekajangan di Pekalongan ini. Ia pun mengakui dirinya selalu mencari inovasi dalam mendesain perkaderan HW, sehingga HW menjadi kegiatan yang disenangi oleh siswa. Karena menurutnya tidak sedikit siswa yang tidak tertarik mengikuti kegiatan-kegiatan HW. Ia mengira ketidaktertarikan itu salah satunya disebabkan oleh pergaulan yang kurang benar. Meski begitu, Sunyoto tidak akan menyerah untuk mengkader Siswa Muhammadiyah 1 Pekalongan melalui HW yang ia bina.

”nanti kami akan mengadakan pelatihan satu malam yang bertujuan memperdalam keilmuan dari kader”. Tutur Sunyoto saat ditemui di sela-sela acara pemilihan Ketua HW SMA Muhammadiyah 1 Pekalongan pada 21 Oktober 2016.

Salah satu cara yang dilakukuan oleh Sunyoto dalam membina HW SMA Muhammadiyah 1 Pekalongan adalah dengan cara merekrut 20 kader khusus setiap tahun. Yang mana 20 kader khusus tersebut diperuntukkan untuk menjadi pengurus inti HW SMA Muhammadiayah 1 Pekalongan.

Sunyoto juga mengatakan bahwa diwajibkan mengikuti HW bagi kelas sepuluh. Bahkan pihaknya melakukan kerjasama dengan pihak sekolah untuk bersikap tegas terhadap kewajiban mengikuti HW.

“jika tidak mengikuti HW atau bolos enam kali dalam kegiatan-kegiatan HW akan tidak naik kelas. Kejadian ini sudah terjadi”. Ungkapnya.

Lebih jauh Sunyoto mengatakan bahwa HW dan Pramuka berbeda. Meski sama-sama kepanduan tetapi HW menekankan keagamaan dalam prosesnya. Sunyoto menambahkan bahwa di HW tidak mengenal istilah hukuman fisik.

“misal ada anak yang telat, tidak kami hukum dengan push up dan sejenisnya, tapi kami menyuruh si pelanggar tersebut membaca al-Qur’an. Itu program unggulan HW SMA Muhammadiyah 1 Pekalongan”. Jelas Sunyoto.

Sementara itu, menurut Ketua HW SMA Muhammadiyah 1 Pekalongan Periode 2015/2016, Nurul Hidayah menyampaikan bahwa HW SMA Muhammadiyah 1 Pekalongan sering mengikuti lomba-lomba tingkat Kabupaten Pekalongan dan sering juara.

Nurul berharap HW Muhammadiyah 1 Pekalongan bisa mengikuti jambore dan juara umum.

”semoga HW SMA Muhammadiayah 1 Pekalongan berkembang terus”. Harap, Nurul. (Kartika R)