SLB Surya Gemilang Kendal Gandeng MDMC Gelar Workshop SMAB dan PRB

0
910

pwmjateng.com, KENDAL. Anak – anak yang berkebutuhan khusus di lembaga pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) membutuhkan rasa aman dari berbagai bentuk bencana, karena sebagian besar waktu anak didik berada di lingkungan sekolah.

Melindungi fisik dan psikis peserta didik oleh orang dewasa merupakan kebutuhan dasar agar kematangan mereka merasa terjamin. Demikian salah satu kesimpulan dari kegiatan Workshop Sekolah Madrasah Aman Bencana ( SMAB ) dan Pengurangan Resiko Bencana ( PRB ) Rabu – Jum’at (12- 14/10) di Balai Desa Tamanrejo, Kecamatan Limbangan, Kendal. Kegiatan yang digelar oleh Sekolah Luar Biasa (SLB) Surya Gemilang Limbangan, Kendal bekerjasama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah melibatkan 50 peserta perwakilan dari kepala sekolah, siswa, wali siswa dan guru SLB se Kab. Kendal, Kepala SD dan SLTP se Kecamatan Limbangan.

SMAB dan PRB adalah program dari pemerintah pusat kementerian pendidikan dan kebudayaan RI melalui Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus.

Kepala SLB Surya Gemilang Limbangan H. Kuncoro, S.IP menilai pentingnya workshop untuk anak – anak SLB “ Kegiatan ini sangat penting untuk diketahui para guru dan anak – anak didik, mengingat ABK merupakan kelompok yang memiliki kerawanan bencana yang tinggi “ katanya. “ Dengan pelatihan ini akan diperoleh bekal yang cukup dalam rangka mengurangi resiko bencana “ imbuhnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kab. Kendal, Drs. H. Muryono, SH, M.Pd yang hadir di acara tersebut menghimbau kepada orang tua dan guru ABK untuk selalu memiliki jiwa sabar dan penyayang, “ Mendidik anak – anak berkebutuhan khusus dibutuhkan kesabaran dan berkeadillan sehingga anak tetap memiliki masa depan yang baik “ pesannya “ Dengan terpenuhinya pendidikan dan kebutuhan khusus, diharapkan ABK kelak menjadi anak yang hebat dan mandiri “
Workshop yang berlangsung selama tiga hari terbagi dalam dua bentuk kegiatan, yaitu teori dan praktek yang melibatkan anak – anak berkebutuhan khusus yang didampingi oleh orang tua dan guru. Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah, Arif Nur Kholis sebagai pemateri inti meluruskan dan merubah cara pandang masyarakat tentang bencana “ Cara pandang sebagian masyarakat tentang bencana harus diubah, dari menunggu terjadinya bencana menjadi antisipasi mengurangi terjadinya resiko bencana “ katanya. Arif mengingatkan agar kegiatan ini lebih hati – hati dan sensitif terhadap anak didik. “ Pesertanya adalah ABK maka harus ekstra hati – hati dan diperlakukan secara khusus “ pesan beliau (Agung Prakuso/MPI Kendal)