Slamet Nur Achmad Efendi Ketua Umum PP IPM 2010-2015, PW IPM Jateng Masuk Formatur

0
348

BANTUL – Muktamar Ke-17 Ikatan Pelajar Muhammadiyah menetapkan Slamet Nur Achmad Effendy sebagai ketua umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah 2010-2012. Pada putaran kedua, Slamet berhasil unggul dengan perolehan 226 suara, diikuti Faliq Mubarok dengan 190 suara.
Sementara itu, komposisi formatur periode Muktamar IPM ke 17 adalah, Infa Wilindaya (PP IPM-Riau), Dzulfikar Ahmad Tawalla (Sulsel), Nasrullah (Sulsel), AR Syahputra Batubara (PP IPM-Sumut), Sedek Rahman Bahta (PP IPM-Maluku), Danik Eka R (Jatim), Dede Dwi Kurniasih (PP IPM-Jateng), dan Agus Suroyo (PP IPM-DIY).
Ketua Umum PW IPM Jawa Tengah, Muhammad Dwi Fakhrudin, menyatakan kecewa dengan penyelenggaraan Muktamar ke – 17 Ikatan Pelajar Muhammadiyah tersebut. Menurutnya, muktamar IPM kali ini sangat menonjol muatan politisnya ketimbang syi’ar dan upaya perbaikan bersama.
Namun, dia bangga pada seluruh kontingen peserta muktamar dari Jawa Tengah yang telah memperjuangkan nilai-nilai idealisme ke-Muhammadiyah-an di muktamar IPM tersebut sampai akhir. Dia menuturkan, sebagai kontingen yang terbanyak membawa suara, idealisme IPM Jawa Tengah tidak terbeli oleh gelontoran uang membeli suara ataupun janji-janji diberi tiket perjalanan pulang oleh beberapa oknum.
Seperti yang diberitakan di harian Kedaulatan Rakyat, selasa (6/7), ada kandidat calon ketua umum PP IPM yang ditengarai melakukan kampanye dengan menjanjikan tiket perjalanan pulang.
Di malam terakhir sebelum penutupan muktamar, Fakhrudin berpesan kepada para kontingen peserta muktamar IPM dari Jawa Tengah agar idealisme nilai-nilai ke-Muhammadiyah-an kader-kader IPM Jawa Tengah tetap terjaga. “Kita semua ikhlas berjuang di Muhammadiyah, tidak mengharap apa-apa. Karena itu, jangan kotori persyarikatan kita ini. Jangan merasa memiliki yang berlebihan akan Muhammadiyah sehingga kalian rela menjual nilai-nilai yang ada di dalamnya, kita aktif di Muhammadiyah hanya untuk mengharap ridho Allah SWT”, papar Fakhrudin.
Fakhrudin juga menuturkan bahwa kontingen dari Jawa Tengah tidak keberatan dengan penyelenggaraan muktamar IPM kali ini yang diselenggarakan di sekolah, tidur di kelas ramai-ramai. Karena baginya, kader-kader IPM Jawa Tengah sudah terbiasa dengan kesederhanaan. “Rumah Rasulullah saja sederhana, padahal jika Beliau menginginkan istana pasti para sahabat juga akan membangunkan istana yang mewah, tetapi Rasulullah tidak menginginkan itu dan lebih menyukai kesederhanaan”, ujar Fakhrudin.
Dia menganalogikan bahwa IPM adalah gerakan dakwah dikalangan pelajar yang berlandaskan Al Qur’an dan Sunnah, harusnya juga bisa memaknai perjuangan Rasulullah yang sangat berat itu.
Fakhrudin juga menyatakan tidak kecewa karena dirinya gagal menjadi calon tetap ketua umum PP IPM. Dia gagal karena hanya mendapat enam rekomendasi dukungan dari pimpinan wilayah IPM dari tujuh rekomendasi dukungan yang disyaratkan.
“Saya itu aktif di Muhammadiyah ikhlas kok, gak mengharap apa-apa. Sejak awal aktif di IPM itu saya cuma ingin berkumpul dengan orang-orang yang soleh dan berilmu seperti yang saya temukan di Muhammadiyah, eh ternyata bisa sejauh ini perjuangannya”, terang Fakhrudin santai.