Siswa SMK Muhammadiyah 1 Semarang Nyatakan Sikap Terkait Kondisi Tanah Air

0
45

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
Setelah mencermati situasi dan kondisi yang berkembang di tanah air, terutama berkaitan dengan adanya ajakan pada pelajar untuk mengikuti Demonstrasi, maka KAMI PESERTA DIDIK SMK MUHAMMADIYAH 1 Semarang menyatakan sikap :
1.Demokrasi adalah system yang sudah disepakati oleh Bangsa Indonesia untuk menatalaksana kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila. Muhammadiyah sebagai komponen bangsa telah meneguhkan komitmen berbangsa tersebut dalam rumusan DARUL AHDI wa SYAHADAH.

2.Demonstrasi adalah salah satu ekspresi demokrasi sebagaimana diatur dalam Undang-undang nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyatakan Pendapat di Muka Umum. Maka Demonstrasi adalah aktivitas yang legal konstitusional di republik ini.

3.Namun demi menjaga diri dari kemungkinan terjadinya hal-hal diluar kendali dan tak diinginkan dalam gelombang demonstrasi akhir-akhir ini, serta menyadari peran kami untuk senantiasa meningkatkan kapasitas sebagai peserta didik, baik pengetahuan, keterampilan maupun sikap karakter anak bangsa, maka KAMI menyatakan untuk TIDAK TERLIBAT dan MELIBATKAN DIRI dalam gelombang aksi demonstrasi sesuai ajakan kepada kami sebagaimana beredar.
Sikap yang kami ambil ini adalah dalam perspektif untuk kepentingan Bangsa, Negara dan kepentingan kami untuk masa depan yang lebih baik.

4.Menghimbau kepada semua pihak untuk menahan diri dan menciptakan suasana kondusif serta tidak menyebarkan berita-berita yang keliru, penyesatan informasi, hoax dan provokatif yang bisa menyebabkan situasi tidak terkendali. Kepada para tokoh masyarakat agar menyampaikan narasi yang sejuk dan pernyataan yang mencerahkan kepada umat.

5.Sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah, kami meminta kepada POLRI untuk mengusut tuntas kasus tewasnya kakak kami IMMAWAN RANDI di Sulawesi Tenggara. Penyelesaian kasus ini agar diselesaikan secara hukum bukan secara politis. Karena sebagaimana amanah pendiri republik ini, bahwa kita harus menempatkan hukum sebagai panglima, karena negara kita adalah RECHSTAAT bukan MACHSTAAT.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai wujud kepedulian kami pada bangsa, negara dan masa depan kami sebagai generasi penerus bangsa.

Semarang, 30 September 2019
Peserta didik SMK MUH 1 Semarang