Siswa SD Muh 1 Ketelan Juarai Lomba Fashion Show

0
37

PWMJATENG.COM, SOLO – Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan kreativitas unjuk kebolehan dalam Fashion show di panggung terbuka Palur Plaza Karanganyar. Salah satunya prestasi yang disabet siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Rajwa Aisyah Mau’ida Izzati dari Lembaga Bina Prestasi bertajuk ‘Gebyar Septeber’. Sabtu (26/9/2020)

Aisyah mengaku mendapatkan kompetitor 28 peserta dari berbagai sekolah se-Solo Raya begitu pula dari lomba vocal diikuti sebanyak 32 peserta.

“al Hamdulillah masih bisa menyisihkan peserta lainya. Harapannya semoga COVID-19 segera berakhir agar event-event lomba bisa diadakan kembali. Walau juara 1 saya tetap mengedepankan sekolah dan tetap rendah hati, selalu rajin belajar dan beribadah yang utama,” harap Aiyah via WhatsApp.

Dara kecil kelahiran 26 Agustus 2011 atau sekarang berumur 9 tahun. Kegiatan tersebut untuk memupuk rasa percaya diri pada anak dan melatih keberanian.

“Latihan sendiri di rumah hanya 2 kali karena sudah begitu paham jadi cepat latihannya, dan sekarang kursus membuat roti. Kuncinya tetap semangat dan memantau lomba di inetrnet,” bebernya.

Sekolah berharap agar siswa SD Muh 1 dapat mengaplikasikan pendidikan karakter berbasis teknologi informasi, komunikasi dan budaya yang telah diberikan sekolah. Terutama saat peserta didik berada di rumah maupun saat berinteraksi dengan lingkungannya.

”Patut diacungi jempol, Aisyah sudah kantongi 110 piala sekarang juara I Lomba Fashion Show dan Juara Hapan I Lomba menyanyi solo,” kata Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Jatmiko.

Menurut Pegiat Humas Jatmiko, salah satu sentral dari kesuksesan pendidikan dengan membangun sinergi tripusat pendidikan. “Tripusat itu baik sekolah, masyarakat dan keluarga dengan critical thinking, communication skill, creativity and innovation, serta collaboration,”ungkapnya.

Sebagai warga negara yang baik tetap mematuhi protokol kesehatan bagi para siswa, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

”Pembelajaran sekolah tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas akademik, juga kuat non-akademik. Tak kalah penting dalam pembentukan karakter siswa dengan pembiasaan-pembiasaan salat fardhu maupun sunnah, doa, zikir, tahfiz, pembiasaan siswa berakhlaqul karimah tentunya memperhatikan anjuran pemerintah untuk menjaga kebersihan, memakai masker dan mencuci tangan,” imbuhnya. (Humas, Jatmiko)