Sikapi Pancasila dengan Perspektif Al Qur’an

0
118

Oleh Dwi Jatmiko
Penceramah Pegiat Tahsin 6 M
Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Sekolah Rujukan Nasional
SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta

Pembaca berkemajuan, Hj Sri Sayekti MPd kepala sekolah rujukan nasional SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, mengirimkan pesan WA di grup sekolah yang di antara isinya, Jam 09.00 sampai dengan selesai mengikuti siaran langsung di kanal Youtube Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), laman Facebook BPIB, Instagram BPIB dan siaran Televisi Republik Indonesia diubah menjadi jam 07.30 ampai dengan selesai.

Tahun ini kita tidak akan lupa. Tahun di mana pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di saat pandemi virus corona secara virtual.

Di sini kita mengkaji “Sikapi Pancasila dengan Perspektif Al Qur’an”. Pertanyaan ada nilai-nilai pancasila dalam Al Qur’an? Marilah kita kaji satu persatu.

Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Al Qur’an mengatakan “Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.” (Qs. Al Ikhlas: 1)

Sila Kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Al Qur’an mengatakan “Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu.

Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya).

Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.” (Qs. An Nisa’: 135)

Sila Ketiga, Persatuan Indonesia. Al Qur’an mengatakan “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (Qs. Al Hujurat: 13)

Sila Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Al Qur’an mengatakan “dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka,” (Qs. Asy Syura: 38)

Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Al Qur’an mengatakan “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (Qs. An Nahl: 90)

Namun mengapa sebagian di antara kita merasa negara Pancasila kurang mantap, padahal Sila Pancasila ternyata ada rujukannya di dalam Al-Qur’an.

Dalam ideologi Pancasila terkandung penghadiran kebersamaan tergambar dalam sila-sila itu.

Pembaca berkemajuan, akhirnya Indonesia “Darul Ahdi Wa Syahadah”. Sebagai Darul ahdi maka negara tempat melakukan konsensus nasional.

Nusantara yang terdiri dari kemajemukan bangsa, golongan, daerah, kekuatan politik sepakat untuk mendirikan Indonesia.

Sedangkan “darul syahadah” negara sebagai tempat masyarakatnya untuk mengisi kemerdekaan.

Bisa, berbagai aktivitas sehingga seluruh elemen anak bangsa maju, makmur, adil bermartabat dan Indonesia pastinya menjadi negara yang berkemajuan.

Untuk itu, kebiasaan bermasker, menghindari kerumunan, jaga jarak, serta sering mencuci tangan memakai sabun terus dipertahankan untuk menghindari pusat penyebaran baru virus korona.

“Selamat Hari Pancasila 1 Juni 2020. Mari kita amalkan butir pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Aksi nyata peduli dan cinta agama, manusia, lingkungan, sistem dalam interaksi sosial,” Sehat dan sukses selalu.