Siap Layani Umat , PDM Muhammadiyah Purworejo Launching LAZISMU

0
903
Bertempat di Aula SMP Muhammadiyah Purworejo Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Purworejo meluncurkan Kantor Perwakilan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sadaqah Muhammadiyah Kabupaten Purworejo.

PWMJATENG.COM, PURWOREJO – Bertempat di Aula SMP Muhammadiyah Purworejo Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Purworejo meluncurkan Kantor Perwakilan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sadaqah Muhammadiyah Kabupaten Purworejo. Agenda ini dihadiri oleh perwakilan seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah, Pimpinan Angkatan Muda Muhammadiyah, Kantor Layanan LAZISMU Cabang di Tingkat Kecamatan dan elemen Muhammadiyah lainnya se-Kabupaten Purworejo dengan jumlah kurang lebih 100an orang.

“Zakat itu Hebat. Maka kami selaku pimpinan yang diamanahi dalam kepengurusan tingkat kabupaten setelah agenda ini akan langsung bergerak secara massif mensosialisasikan terkait keberadaan lembaga tersebut. Harapan dengan keberadaannya dapat semakin mendukung gerak dan langkah dakwah Muhammadiyah serta memberikan kebermanfaatan bagi umat pada umumnya”ujar Moh. Mansur, S.Pd.I selaku Direktur LAZISMU Kab. Purworejo.

Sesuai program unggulan Muhammadiyah Purworejo yang ditekankan pada periode ini terkait Bidang ekonomi, Pelayanan Zakat Infaq dan Sadaqah serta Pendidikan dalam lingkungan pondok pesantren. “Dengan Zakat Infaq dan Sadaqah yang berasal dari pimpinan Muhammadiyah baik cabang maupun daerah dan pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah serta masyarakat pada umumnya dapat terserap. Maka, akan dapat mem-back up seluruh kegiatan dakwah persyarikatan dan melayani umat”ucap Drs. H.Pujiono selaku Ketua PDM Purworejo dalam sambutan sekaligus peluncuran resmi lembaga ini.

2711-zakat

Dalam pemaparan motivasi dan pengajian yang disampaikan oleh Ustadz. H. Muslim Rahmadi yang merupakan Ketua PDM Kendal sekaligus Ketua LAZISMU Jawa Tengah yang telah malang melintang dalam pengelolaan zakat infaq dan sadaqah di daerahnya bahkan menginspirasi pimpinan daerah dalam tataran wilayah Jawa Tengah. Menekankan bahwasanya Zakat itu Hebat dalam 5 point yaitu Mampu memberi jawaban apa yang dibutuhkan oleh masyarakat baik dalam ekonomi dan beberapa hal yang dibutuhkan, menyantuni ribuan dhuafa` sesuai kebutuhan yang dibutuhkan, mengubah dari mustahik (yang berhak menerima sesuai dengan 8 asnaf) menjadi muzakki (orang berkewajiban mengeluarkan zakat), menjadikan dari lawan menjadi kawan atau teman dalam ideologi ataupun yang lainnya dan menumbuhkan baik itu cabang ataupun ranting Muhamadiyah yang baru.

“Muhammadiyah itu tenda besar. Sehingga dengan keberadaannya diharapkan dapat melayani umat dengan tanpa memandang latar belakang keagamaan dengan tujuan dakwahnya. Libatkan seluruh elemen masyarakat dan jangan menutup peluang masyarakat umum untuk turut serta menjadi `Amil (petugas zakat). Apresiasi dengan penyelenggaraan agenda kali ini yang mana melibatkan seluruh elemen Muhammadiyah Kabupaten Purworejo seperti AMM, AUM, Majelis serta lembaganya dan yang lainnnya. Karena kekuatan persyarikatan ini ada pada jamaah yang saling bersinergi dan bekerja sama”ujar Ustadz H. Muslim Rahmadi selaku pemateri.

Pada akhir pemaparan beliau menyampaikan bahwa gerakan sadar zakat itu harus ditingkatkan. Dimana Zakat ini merupakan rukun Islam yang menjadi salah satu pilar Agama Islam. Disampaikan kisah sahabat Khalifah Abu Bakar Assidiq pasca wafatnya Rasulullaah SAW, banyak kelompok yang meninggalkan membayar zakat, maka digalakkan agar diperangi bagi siapa saja yang tidak bersedia membayarkan zakatnya. Kemudian menanggapi mengenai Demo 4 November 2016 lalu beliau mengeaskan bahwa Demo nya Muhammadiyah bukan hanya Demo 4 November 2016 itu saja. Tetapi Demo Gerakan Amal Sholeh yang salah satu di dalamnya adalah Gerakan ber-Zakat, Infaq dan Sadaqah.

Agenda kali ini dapat berjalan sukses berkat dukungan pihak SMP Muhammadiyah Purworejo yang menjadi tempat penyelenggaraan, Angkatan Muda Muhammadiyah Purworejo, Majelis dan Lembaga serta Muhammadiyah Boarding School Purworejo yang mendelegasikan siswinya untuk mengawal berjalannya runtutan acara dari awal hingga akhir sebagai pembawa acara. (akhmad musdani)