Seminar Pra-Muktamar, Internasionalisasi Gerakan dan Manhaj Muhammadiyah untuk Kemanusiaan Universal

0
387

Sukoharjo – Menjelang Muktamar ke 47 yang akan dilaksanakan di Makasar Tahun ini, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta melaksanakan Seminar Pra Muktamar dengan Tema “Internasionalisasi Gerakan dan Manhaj Muhammadiyah Untuk Kemanusiaan Universal”, Selasa (14/3) di auditorium Moh Djazman.
Hadir dalam seminar tersebut Prof. Azyumardi Azra, Prof. Bachtiar Effendy, Prof. Bambang Setiaji, Dr. Hilman Latief, dan Dr. Ahmad Najib Burhani.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin, MA, dalam sambutannya menyampaikan bahwanya misi Muhammadiyah adalah misi kemanusiaan, pengamalan dari teologi al maun. “Kalau saya memahami teologi al-maun ini sangat humanis, universal, dan rahmatan lil alamin. Saya sangat senang dengan tema ini, atas dasar itulah kerja-kerja internasional dan kerja domestik kita lakukan”, papar Din.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Prof. Dr. H. Bambang Setiaji, menyampaikan pentingnya Muhammadiyah sebagai suatu gagasan dan gerakan, tentu saja Muhammadiyah harus ikut aktif memberikan solusi bagi bagi dunia Islam yang sekarang tercabik-cabik. “Blueprint perjalanan Muhammadiyah ke pentas internasional itu perlu difikirkan supaya jalan. Harus dibuat peta jalan yang bisa atau memungkinkan bisa dilaksanakan”, papar Bambang Setiadji.
Azyumardi Azra mengkritisi bahwa umat Islam Indonesia lebih menjadi konsumen pemikiran dan berakar Islam luar daripada menjadi produsen yang mampu mengekspor pemikiran ke manca negara. Sudah saatnya Muhammadiyah menggalang dan mengakselerasikan arus balik dari Indonesia ke Mancanegara bukan hanya untuk ekspansi Islam Indonesia namun juga untuk memberikan kontribusi penting untuk peradaban dan kemanusiaanuniversal. “Muhammadiyah mempunyai potensi besar dan pengalaman panjang mengakselerasikan transnasionalnya. Dari sudut ortodoksi islam Indonesia, Muhammadiyah membuktikan ketahanan dan keberlanjutan paham keislaman yang menekankan moderasi” tutur beliau.
Muhammadiyah ajukan judicial review
Dalam kesempatan tersebut, Din Syamsuddin juga memohon dukungan dari semua warga muhammadiyah bahwa sebelum muktamar  nanti, PP Muhammadiyah kembali akan melakukan jihad konstitusi yaitu akan mengajukan Judicial Review. Tiga undang-undang (UU) yang akan diajukan judicial review tersebut antara lain UU Nomor 24 tahun 1999 tentang Sistem Lalu Lintas Devisa dan Sistem Nilai Tukar, UU Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal dan UU Nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. “Jika ini berhasil, maka kita telah menyelamatkan Indonesia. kita akan terus meluruskan kiblat bangsa”, tegas Din. (GhiGhi/cermin/editor: Fakhrudin)