Seminar Nasional dalam Rangka Meningkatkan Mutu dan Daya Saing Sekolah Muhammadiyah

 

BANJARNEGERA –  Amal usaha Muhammadiyah bidang pendidikan merupakan salah satu inti gerakan Muhammadiyah. Sebelum Muhammadiyah lahir, KH. Ahmad Dahlan telah terlebih dahulu mendirikan sekolah yaitu Madrasah Diniyah Islamiyah pada tahun 1911. Tidak hanya itu, sekolah yang didirikan K.H. Ahmad Dahlan merupakan pelopor pendidikan modern karena menggunakan model yang menyerupai sekolah Belanda waktu itu.

Hal itu bahkan membuat K.H. Ahmad Dahlan di anggap sebagai orang kafir karena meniru model pendidikan Belanda. Hingga saat ini  Muhammadiyah telah memiliki ribuan Amal Usaha di bidang pendidikan. Terdapat 2.604 lembaga pendidikan tingkat SD, 1.772 lembaga pendidikan setingkat SMP, 1.143 lembaga pendidikan setingkat SMA, 67 pondok pesantren dan 172 perguruan tinggi Muhammadiyah.

Di Banjarnegara sendiri terdapat 72 sekolah / madrasah tingkat SD/MI, 17 sekolah / madrasah tingkat SMP / MTs, dan 4 sekolah tingkat SMA, 1 pondok pesantren.

Banyaknya jumlah amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan di rasa belum berbanding lurus dengan kualitasnya. Banyak kelemahan yang dimiliki oleh lembaga pendidikan Muhammadiyah yang menyebabkan tidak banyak sekolah Muhammadiyah yang mampu bersaing dengan sekolah lain, baik negeri maupun swasta.

Dalam rangka memperbaiki kelemahan dan meningkatkan mutu lembaga pendidikan Muhammadiyah yang ada di Banjarnegara, Majelis Dikdasmen PD Muhammadiyah menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan pada hari Sabtu (8/10) bertempat di Balai Budaya Kabupaten Banjarnegara. Acara di ikuti oleh semua guru dan karyawan sekolah Muhammadiyah se-Daerah Banjarnegara yang berjumlah kurang lebih seribu dua ratus orang.

Seminar Nasional ini mengambil tema Menuju Sekolah / Madrasah Muhammadiyah yang Berkemajuan, Militansi Gerakan Dakwah Sekolah/Madrasah  Muhammadiyah, dengan pembicara utama Prof. Dr. Eng. Imam Robandi, MT, ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah dan guru besar ITS Surabaya. Selain Imam Robandi, seminar ini juga menghadirkan kepala sekolah Muhammadiyah yang telah mampu membangun sekolah Muhammadiyah yang maju dan berdaya saing yaitu Ahmad Said Matondang, Kepala SD Muhammadiyah 5 Jakarta dan Turachman,  Kepala SMP Muhammadiyah Adiwerna Tegal. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi sekolah Muhammadiyah yang ada di Banjarnegara untuk menduplikasi metode – metode yang digunakan dalam membangun sekolah Muhammadiyah dan diterapkan di sekolah – sekolah Muhammadiyah yang ada di Banjarnegara.

Wakil Bupati Banjarnegara, Hadi Supeno, yang juga pernah menjadi Guru di beberapa sekolah Muhammadiyah di Magelang dan Dosen di Universitas Muhammadiyah Magelang memberikan pesan kepada sekolah – sekolah Muhammadiyah bahwa untuk menjadi sekolah yang unggul dan berdaya saing, sekolah Muhammadiyah harus mempunyai nilai tambah, mempunyai ciri khas yang berbeda dengan sekolah lain yang bisa menjadi daya tawar bagi masyarakat.

Senada dengan Hadi Supeno, dalam uraian materi yang disampaikan, Imam Robandi menekankan agar sekolah Muhammadiyah mempunyai program keahlian khusus yang bisa membuat masyarakat tertarik dan mengantri untuk mendaftar di sekolah Muhammadiyah. Selain itu, Imam Robandi juga berpesan kepada Guru supaya tidak hanya berfokus pada aspek kognitif anak didik saja, tetapi guru harus mampu melihat potensi anak didik dan membantu mengembangkan potensi tersebut.  (Fitran Zain)