Semarak Milad ke-65 MI Muhammadiyah Bolon Colomadu

0
1150

PWMJATENG.COM, KARANGANYAR – Usia 65 tahun tentunya bukan usia muda lagi termasuk kiprah Madrasah Ibtida’iyah Muhammadiyah Bolon Colomadu dalam dunia pendidikan untuk melahirkan insan-insan cendekia. Namun di usia yang sudah sedemikian matang dalam hitungan waktu tentunya sudah saatnya pula melakukan pembenahan alias peremajaan terhadap sarana dan sarana pendidikan pada MIM yang berada di ujung barat Kabupaten Karanganyar ini. Salah satu agenda besar pada miladnya yang ke-65 tahun hari ahad (22/01) digelar resepsi milad dengan mencanangakan atau meluncurkan  sebuah program gerakan infaq untuk pembangunan gedung MIM Bolon Colomadu.

Kegiatan puncak milad ke-65 MI Muhammadiyah Bolon Colomadu yang digelar di halaman dan jalan sekitar sekolahan tersebut dilaksanakan secara meriah dengan rangkaian kegiatan yang bermacam-macam mulai dari lomba lukis anak, expo kreativitas karya bebahan dasar plastik, drumband, lomba tari kreasi dan juga pengajian sebagai ciri khas ruh kegiatan Muhammadiyah sekaligus pencanangan gerakan infaq pembangunan gedung sekolah MIM Bolon Colomadu oleh bendahara Pimpinan Pusat Muhammadiyah Marpuji Ali.

Marpuji Ali dalam sambutan peluncuran gerakan infaq pembangunan sekolah MIM Bolon Colomadu memberikan gambaran sebuah gerakan peningkatan pendidikan yang dimulai dari sebuah keprihatinan kondisi pendidikan yang akan memunculkan orang-orang yang mempunyai ide gagasan sebuah inspirasi untuk mewujudkan sebuah cita-cita (pendirian sekolah, Red.)

“Ada sebuah sekolah Madrasah yang didirikan di daerh Tumang, Cepogo Kabupaten Boyolali, dimana pendirian sekolahan ini dimotori oleh 11 orang muda setempat yang merasa prihatin dengan kondisi dunia pendidikan yang ada. Sebelas orang muda yang merupakan para pengusaha pengrajin kuningan/tembaga ini mempunyai cita-cita untuk  merintis sebuah madrasah secara bergotong-royong ada yang mewakafkan tanah ada yang menyisihkan/infaq atas penghasilan usahanya (kerajian tembaga, Red.) untuk mewujudkan cita-cita luhur tersebut. Dalam jangka waktu 2 tahun sekolah Madarasah itu sudah berdiri dan mereka menyerahkan pengelolaan sekolah ini kepadaMuhammadiyah karena mereka beranggapan lembaga ini dianggap mampu mengelola dan beerhasil dalam dunia pendidikan” Alhamdulillah muridnya sudah ratusan, bahkan seluruh halaman sekolah inipun sudah dipaving semua yang merupakan sumbangan dari warga setempat. Ungkap mantan ketua PWM Jawa Tengah ini kepada para hadirin.

Mengakhiri sambutannya bendahara PP Muhammadiyah didaulat untuk meluncurkan sebuah gerakan infaq bagi para siswa dan orang tua murid MIM Bolon Colomadu yang ditandai  dengan penandatanganan piagam sertifikat infaq dan penyerahan secara simbolis kotak infaq yang akan diserahkan kepada murid dan juga orang tua donatur yang secara sukarela akan menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu rencana pembangunan gedung solah MIM Bolon Colomadu.

Menurut Agus Budi Raharjo kepala sekolah MIM Bolon Colomadu rencananya gedung sekolah yang ada akan direhab menjadi tingkat 3 dengan kebutuhan dana pembangunan yang tidak kurang dari 3 milyar. “Sebenarnya pembangunan ini sudah dimulai setahun yang lalu tepatnya setelah Milad ke-64 tahun yang lalu dengan mendapat batuan dana stimulan dari salah satu anggota PP Muhammadiyah bapak Dahlan Rais sejumlah 75 juta dan ditambah pinjaman dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sekitar 300 juta. Pada tahun ini bertepatan dengan puncak Milad ke-65 kita luncurkan program gerakan infaq untuk meneruskan pembangunan gedung tersebut dan juga didukung dengan penggalian dana yang lain” kata Agus.

Sementra itu dalam puncak acara Milad ke-65 MIM Bolon Colomadu selain dihadiri dari bendahara PP Muhammadiyah juga dihadiri unsur pimpinan di ranting, cabang maupun pimpinan daerah yang hadir diwakili oleh wakil ketua PDM Karanganyar Ngadiyo beserta beberapa anggota majelis dan lembaga lain seperti majelis pustaka dan informasi serta Lazismu.  Dalam sambutannya Ngadiyo menyampaikan pentingya pendidikan anak sebagai investasi dunia dan akherat yang harus dikelola dengan sungguh-sungguh yang antara lain adalah dengan memberikan pendidikan khususnya pendidikan agama yang tepat. “…. bekal agama islam sebagai bekal utama bagi anak dalam menggapai cita-cita dan masa depan. Anak-anak kita terlahir secara suci orang tuanyalah yang menyebabkan mereka menjadi majusi atau nasrani” tegas Ngadiyo dengan menyitir salah satu penjelasan dalam Al Qur’an.

Menurut Irin Dwi Susanti salah satu staf pengajar pada MIM Bolon, saat ini ada 200an siswa yang belajar di sekolah tersebut dan MI Muhamadiyah Bolon mempunyai nilai lebih dari siswa-siswi yang lulus dari sekolah tersebut  memiliki bekan agama yang baik dan minimal hafal/tahfidz Qur’an Juz 30, juga anak-anak yang lulus dipastikan bisa mandiri minimal untuk kebutuhan pribadinya. “lulusan dari MI ini dipastikan dibekali ketrampilan pribadi untuk memenuhi kebutuhan pribadi seperti sudah bisa mencuci, menyetrika pakaian sendiri dan lain-lain kebutuhan pribadi” kata Irin sambil berpromosi.

Pantauan dari penulis rangkaian acara Milad ke-65 MIM Bolon Colomadu ini cukup meriah, dari lomba lukis yang diikuti TK dan SD (usia sampai kelas 3, Red.) diikuti oleh sekitar 300an peserta, beberapa group tari kreasi dan juga expo penggunaan barang bekas berbahan baku plastik sesuai dengan tema Milad kali ini yaitu “Inspiring Beauty with Plastic” dan juga penampilan group drumband siswa-siswi. (MPI PDM Kra-JOe).