Sekolah Inovatif Galakkan Go Green School

0
489

PWMJATENG.COM, PURWOREJO – Setelah pelatihan kompos pada 2 pekan sebelumnya dilaksanakan bekerjasama dengan mahasiswa peternakan Universitas Muhammadiyah Purworejo menghasilkan campuran yang membutuhkan proses penyimpanan dalam jangka waktu 2 pekan. Kemudian sebagai tindak lanjut agenda tersebut maka dilakukan pembukaan penyimpanan kompos tersebut guna diaplikasikan dalam program Go Green School.

Disampaikan Akhmad M. Pembimbing Science Club Ibnu Sina Sekolah Inovatif SMP Muhammadiyah Jono Bayan Purworejo menekankan bahwasanya agenda kali ini masih merupakan satu rangkaian kegiatan program sekolah terkait pembuatan kompos yang dilanjutkan penanaman bibit sayuran guna menghijaukan halaman sekolah yang dikemas dalam program Go Green School dengan tajuk Innovative Corp.

“Penanaman bibit kali ini kelanjutan dari pelatihan pembuatan kompos sebelumnya. Sehingga program ini berlanjut guna menghijaukan sekolah,”ujarnya.

Pemanfaatan kompos hasil pengolahan kotoran ternak pada pelatihan pembuatan kompos lalu digunakan untuk menanam bibit cabe dan terong yang dimasukkan dalam plastik polybag.

“Kompos dibuat dalam 3 variasi proses yang divariasikan pada bentuk aktivasi kompos dengan mikroorganisme berbeda. Agar siswa peserta memahami beberapa cara menghasilkan kompos dengan kelebihan dan kekurangannya,” ungkap Age Maulana Koordinator Mahasiswa Peternakan UMP.

Setiap siswa mengisi polybag dengan tanah yang dicampurkan hasil kompos dan dimasukkan ke setiap wadah 1 bibit cabai atau terong.

“Semoga dengan pelatihan pembuatan kompos dan penanaman bibit ini dapat menjadi pengetahuan lapangan secara langsung yang dapat diaplikasikan dalam kehidupannya. Serta dari kegiatan dapat belajar memelihara alam lingkungan sekitar,” pungkas Sumadiyo Wakil Kepala Sekolah Inovatif SMP Muhammadiyah Jono Bayan.

Agenda ke depan selain program Go Green School ini sedang berjalan program berkebun jamur yang bekerjasama dengan Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Plaosan Purworejo dalam penyediaan bibit jamur. Kemudian awal tahun ajaran akan dimulai program hidroponik dan yang lainnya. (AKHMAD MUSDANI)