Sekolah CERDAS, Pilot Project Sekolah Bencana MDMC Muhammadiyah

0
972

 

PWMJATENG.COM, WONOSOBO – Jum’at, 14 Juli 2017 MI Muhammadiyah Bener Kecamatan Kepil kedatangan tamu dari Peace Generation Bandung, dalam rangka mensosialisasikan Program Sekolah CERDAS (Ceria, Damai, dan Siaga Bencana).

Tim Sekolah Cerdas yang di Pimpin oleh Mas Taufiq Nur Hidayatullah beserta rombongan terdiri dari 6 orang yang salah satunya Bule dari Amerika Serikat Mr. Collin Flake.

Selama ini diskursus pengurangan risiko bencana akibat kekerasan dan konflik belum banyak menjadi konsen para pegiat penanggulangan bencana. Banyak data yang menyebutkan bahwa jumlah warga terdampak akibat kekerasan lebih banyak dari akibat bencana alam.

Sekolah CERDAS merupakan perpaduan konsep Sekolah Welas Asih dan Sekolah Aman Bencana  yang berusaha menciptakan sekolah yang memiliki pengetahuan, ketrampilan dan kebijakan yang dapat merespon risiko bencana alam ataupun kekerasan di Sekolah.

Kegiatan TOT (Training of Trainer) ini di dukung sepenuhnya oleh MDMC Jawa Tengah bersama Peace Generation dan Lazismu PP Muhammadiyah.

Misi Program Sekolah Cerdas ini untuk tahap pertama membentuk 20 sekolah yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan pembelajaran yang aman yang tertuang dalam kebijakan sekolah.

Sekolah-sekolah yang menerima manfaat Program (Pilot Project) yaitu : (1) MI Muhammadiyah Batuwarno, (2) MI Muhammadiyah Bener Kepil Wonosobo, (3) MI Muhammadiyah Karagasem Batang, (4) MI Muhammadiyah Undaan, (5) MIM Giritirta Banjarnegara,  (6) SD Muhammadiyah Pasarean, (7) MTs Mutu Dukun, (8) SD Kristen I Purwokerto, (9) SD Kristen Setabelan II Surakarta, (10) SD Muhammadiyah 05 Cilacap, (11) SD Muhammadiyah 18 Surakarta, (12) SD Muhammadiyah Banyumas, (13) SD Muhammadiyah Pati, (14) SD Muhammadiyah Weleri Kendal, (15) SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen, (16) SMP Kristen I Klaten, (17) SMP Muhammadiyah I Simpon Surakarta, (18) SMP Muhammadiyah Purwodadi Purworejo, (19) SMP Muhammadiyah III Karangpandan, dan (20) SMP Negeri II Karangnongko Klaten.

Irfan Azlan dalam penyampaian materinya, ada 12 Nilai Dasar Perdamaian yang harus di terapkan di Sekolah Cerdas, yaitu Menerima Diri, Prasangka, Perbedaan Etnis, Perbedaan Agama, Perbedaan jenis Kelamin, Perbedaan Status Ekonomi, Perbedaan Kelompok atau Genk, Keanekaragaman, Konflik, Menolak Kekerasan, Mengakui Kesalahan, dan Memberi Maaf.

“Ini bertujuan membangun kepedulian yang sama terhadap ancaman kekerasan dan bencana kemanusiaan yang lebih luas. Sampai akhir tahun 2018 kita berharap dapat menyelenggarakan untuk 100 sekolah, bahkan target 15 tahun kedepan sudah memiliki 1000 sekolah cerdas di seluruh Indonesia,” pungkas Irfan Azlan. (Sariman_MI Muhammadiyah Bener)