Sekilas Aisyiyah Kudus, Tuan Rumah Musywil Aisyiyah Jawa Tengah 2015

0
293

`Aisyiyah sebagai salah satu organisasi sosial keagamaan terbesar, didirikan oleh Nyai Ahmad Dahlan di Yogyakarta pada 27 Rajab 1426 H bertepatan dengan 19 Mei 1917. Perkembangan ‘Aisyiyah di Jawa Tengah tidaklah terpaut jauh waktunya pada saat didirikan. Mengingat wilayah Jawa Tengah berdekatan dengan Yogyakarta. Daerah Surakarta, Klaten, Pekalongan, Purwokerto, juga wilayah lainnya di Jawa Tengah menjadi basis perkembangan ‘Aisyiyah yang cukup pesat, dengan tumbuh suburnya pendirian amal usaha yang dikelola oleh ‘Aisyiyah. Jumlah Amal Usaha ini dari waktu ke waktu selalu mengalami pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan yang sangat berarti. Sebagai upaya gerakan ‘Aisyiyah untuk dapat memberikan manfaat bagi peningkatan dan kemajuan harkat dan martabat perempuan Indonesia. Amal usaha ini juga disertai gerakan dakwah untuk membentuk ahlak dan kecerdasan masyarakat sebagai wujud komitmen ideal ‘Aisyiyah untuk membentuk masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
Percepatan gerak langkah ‘Aisyiyah Di Wilayah Jawa Tengah ini diperkuat dengan struktur organisasi di tingkat Daerah, Kecamatan, dan Desa. Pimpinan Daerah Kab. Kudus didukung oleh 9 Kecamatan dan, 47 PRA ditingkat Desa/wilayah tertentu. Keberadaan ranting selalu ditandai dengan adanya kegiatan rutin yang bisa dilaksanakan.
‘Aisyiyah ikut memberikan jawaban atas berbagai permasalahan, baik persoalan Daerah, Wilayah Nasional maupun global yang dari waktu ke waktu selalu mengalami berkembang. Peran dan komitmen serta tanggung jawab ‘Aisyiyah semakin besar dan terbuka. Kehadiran dan keterpanggilan ‘Aisyiyah di setiap jengkal lahan dan keadaan merupakan wujud ‘Aisyiyah sebagai gerakan rahmatan lil’alamin,
Profile ‘Aisyiyah
‘Aisyiyah adalah organisasi perempuan yang bergerak dalam bidang sosial, keagamaan dan kemasyarakatan. Sebagai komponen organisasi perempuan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah didirikan pada tanggal 27 Rajab 1375 bertepatan dengan tanggal 19 Mei 1917 di Yogyakarta oleh KH Ahmad Dahlan.
Bermula dari perkumpulan gadis-gadis dalam pengajian rutin yang dikenal sebagai Sapa Tresna tahun 1914, para kader ‘Aisyiyah yang kemudian berkembang sampai pada kalangan ibu-ibu rumah tangga, kemudian diajak untuk memikirkan persoalan kemasyarakatan khususnya masalah peningkatan harkat kaum perempuan.
Seperti halnya Muhammadiyah, berdirinya ‘Aisyiyah dilatarbelakangi oleh adanya keprihatinan mendalam akan kondisi bangsa Indonesia, khususnya kaum perempuan. Pada awal abad ke 20, paham budaya yang mensubordinasi derajat dan kedudukan kaum perempuan telah menjadi sumber kebodohan dan ketertinggalan.
Pada masa itu, sekolah-sekolah hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki, itupun juga terbatas pada kalangan tertentu (priyayi). Jadi, tidaklah mengherankan jika peran perempuan pada masa itu dibatasi pada sektor domestik. Pandai di dapur dan mengasuh anak menjadi tolok ukur kualitas gadis-gadis pada masa itu.
Demikianlah, “ketika para wanita disibukkan oleh pekerjaan domestik, KH. Ahmad Dahlan justru berpikir sebaliknya, dan mengatakan kepada para wanita untuk menjalankan tugas dalam menghadapi masyarakat (public)”. Setelah terbentuknya perkumpulan pergerakan, ‘Aisyiyah mulai melaksanakan kerja-kerja sosial untuk kemajuan dan peningkatan harkat dan martabat perempuan Indonesia.
Dalam hal pergerakan kebangsaan, ‘Aisyiyah juga termasuk organisasi yang turut memprakarsai dan membidani terbentuknya organisasi wanita pada tahun 1928. Dalam hal ini, ‘Aisyiyah bersama dengan organisasi wanita lain bangkit berjuang untuk membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan dan kebodohan. Badan federasi ini diberi nama Kongres Perempuan Indonesia yang sekarang menjadi KOWANI (Kongres Wanita Indonesia). Lewat federasi ini berbagai usaha dan bentuk perjuangan bangsa dapat dilakukan secara terpadu.
PERAN DAN PERKEMBANGAN ‘AISYIYAH
Setelah berdiri, ‘Aisyiyah tumbuh dengan cepat. Sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah kemudian tumbuh menjadi organisasi otonom yang berkembang ke seluruh penjuru tanah air.
Pada tahun 1919, dua tahun setelah berdiri, ‘Aisyiyah merintis pendidikan dini untuk anak-anak dengan nama FROBEL, yang merupakan Taman Kanan-Kanak pertama kali yang didirikan oleh bangsa Indonesia. Selanjutnya Taman kanak-kanak ini diseragamkan namanya menjadi TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal yang saat ini telah mencapai 5.865 TK di seluruh Indonesia, 1860 TK ada di wilayah Jawa Tengah.
Gerakan pemberantasan kebodohan yang menjadi salah satu pilar perjuangan ‘Aisyiyah terus dicanangkan dengan mengadakan pemberantasan buta huruf pertama kali, baik buta huruf arab maupun latin pada tahun 1923. Dalam kegiatan ini para peserta yang terdiri dari para gadis dan ibu-ibu rumah tangga belajar bersama dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan pemajuan partisipasi perempuan dalam dunia publik.
Selain itu, pada tahun 1926, ‘Aisyiyah mulai menerbitkan majalah organisasi yang diberi nama Suara ‘Aisyiyah, yang awal berdirinya menggunakan Bahasa Jawa. Melalui majalah bulanan inilah ‘Aisyiyah antara lain mengkomunikasikan semua program dan kegiatannya termasuk konsolidasi internal organisasi.
‘Aisyiyah merupakan Organisasi Pertama Perempuan di Bumi Indonesia. Secara personal banyak anggota ‘Aisyiyah yang ikut menjadi pelopor pendirian beberapa organisasi perempuan baik di tingkat Nasional maupun Regional. Sebagai Organisasi tertua, tentu telah banyak yang dilakukan oleh ’Asyiyah untuk mendukung dan memajukan Negeri tercinta ini. Untuk memajukan negeri ini tidaklah bisa hanya diserahkan kepada pemerintah saja. Peran dan partisipasi ‘Aisyiyah menjadi sangat berarti. Seperti halnya dalam gerakan Desa Qoryah Toyyibah, Desa Siaga, yang merupakan gerakan pemberdayaan untuk meningkatkan status desa agar menjadi tentram, tenang, sejahtera baik lahir maupun batin yang terpancar pada setiap keluarga, yang pada akhirnya tercermin pada masyarakat.
Dalam perkembangannya, gerakan ‘Aisyiyah dari waktu ke waktu terus meningkatkan peran dan memperluas kerja dalam rangka peningkatan dan pemajuan harkat wanita Indonesia. Hasil yang sangat nyata adalah wujud amal usaha yang terdiri atas ribuan sekolah dari Taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, rumah sakit, balai bersalin, panti asuhan, panti jompo, rumah-rumah sosial, lembaga ekonomi dan lain-lain.
IDENTITAS, VISI DAN MISI
IDENTITAS
‘Aisyiyah, organisasi perempuan persyarikatan Muhammadiyah, merupakan gerakan Islam dan dakwah amar makruf nahi mungkar, yang berazaskan Islam serta bersumber pada Al Quran dan As-sunnah.
VISI IDEAL
Tegaknya agama Islam dan terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
VISI PENGEMBANGAN
Tercapainya usaha-usaha ‘Aisyiyah yang mengarah pada penguatan dan pengembangan dakwah amar makruf nahi mungkar secara lebih berkualitas menuju masyarakat madani, yakni masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
MISI
Misi ‘Aisyiyah diwujudkan dalam bentuk amal usaha, program dan kegiatan meliputi:
Menanamkan keyakinan, memperdalam dan memperluas pemahaman, meningkatkan pengamalan serta menyebarluaskan ajaran Islam dalam segala aspek kehidupan
Meningkatkan harkat dan martabat kaum wanita sesuai dengan ajaran Islam
Meningkatkan kualitas dan kuantitas pengkajian terhadap ajaran Islam
Memperteguh iman, memperkuat dan menggembirakan ibadah, serta mempertinggi akhlak
Meningkatkan semangat ibadah, jihad zakat, infaq, shodaqoh, wakaf, hibah, serta membangun dan memelihara tempat ibadah, dan amal usaha yang lain
Membina AMM Puteri untuk menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna gerakan ‘Aisyiyah
Meningkatkan pendidikan, mengembangkan kebudayaan, memperluas ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menggairahkan penelitian
Memajukan perekonomian dan kewirausahaan ke arah perbaikan hidup yang berkualitas
Meningkatkan dan mengembangkan kegiatan dalam bidang-bidang sosial, kesejahteraan masyarakat, kesehatan, dan lingkungan hidup
Meningkatkan dan mengupayakan penegakan hukum, keadilan, dan kebenaran serta memupuk semangat kesatuan dan persatuan bangsa
Meningkatkan komunikasi, ukhuwah, kerjasama di berbagai bidang dan kalangan masyarakat dalam dan luar negeri
Usaha-usaha lain yang sesuai dengan maksud dan tujuan organisasi
JARINGAN KERJASAMA.
Sejak berdiri, ‘Aisyiyah telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Pada masa pergerakan nasional, kerjasama lebih ditujukan untuk menjalin semangat persatuan guna perjuangan untuk melepaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan.
Beberapa lembaga baik semi pemerintah maupun non pemerintah yang pernah menjadi mitra kerja ‘Aisyiyah dalam rangka kepentingan sosial bersama antara lain : Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Peningkatan Peranan Wanita untuk Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS), Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Yayasan Sayap Ibu, Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dinas Kesehatan, Kehutanan, koperasi, BKKBN, Pendidikan, dll.
Di samping itu, ‘Aisyiyah juga melakukan kerjasama dengan lembaga luar negri dalam rangka kesejahteraan sosial, program kemanusiaan, sosialisasi, kampanye, seminar, workshop, melengkapi prasarana amal usaha, dan lain-lain. Di antara lembaga luar negri yang pernah kerjasama dengan ‘Aisyiyah adalah : Oversea Education Fund (OEF), Mobil Oil, The Pathfinder Fund, UNICEF, UNESCO, WHO, John Hopkins University, USAID, AUSAID, NOVIB, The New Century Foundation, The Asia Foundation, Regional Islamic Of South East Asia Pasific, World Conference of Religion and Peace, UNFPA, UNDP, World Bank, Partnership for Governance Reform in Indonesia, beberapa Kedutaan Besar Negara sahabat, dan lain-lain.
PENDANAAN.
Sebagai organisasi sosial, semua kegiatan ‘Aisyiyah dibiayai oleh iuran anggota serta bantuan baik berupa hibah, zakat, donasi, maupun kerjasama dengan berbagai pihak baik dalam maupun luar negri. Selain itu ‘Aisyiyah juga mendirikan berbagai amal usaha baik sendiri maupun kerjasama dengan pihak lain yang hasil keuntungannya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan umat dan kemanusiaan
Struktur Organisasi ‘Aisyiyah
Struktur Pimpinan ‘Aisyiyah terdiri atas :
Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah adalah pimpinan tertinggi yang memimpin organisasi tingkat nasional.
Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah adalah pimpinan organisasi tertinggi dalam wilayah tingkat propinsi
Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah adalah pimpinan organisasi tertinggi dalam wilayah tingkat kabupaten/Kota.
Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah adalah pimpinan tertinggi dalam wilayah tingkat kecamatan
Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah adalah pimpinan organisasi tertinggi dalam wilayah tingkat kelurahan atau desa.
Sekarang ini Pimpinan Daerah Kabupaten Kudus membawahi 9 Pimpinan Cabang dan 47 Pimpinan Ranting.
Permusyawaratan organisasi tertinggi di tingkat daerah adalah Musyda, yakni kongres anggota yang diselenggarakan lima tahun sekali, pasca pelaksanaan Musywil. Musyda akan memilih kepemimpinan yang baru serta menetapkan program-program ‘Aisyiyah untuk lima tahun ke depan.
Selanjutnya setiap cabang, maupun ranting juga menyelenggarakan musyawarah tersendiri, sebagai sarana konsolidasi organisasi dan menindaklanjuti hasil-hasil keputusan musyda sekaligus penetapan program-program ‘Aisyiyah untuk wilayah kerja masing-masing
Jaringan Struktural
‘Aisyiyah bukan hanya sekedar nama besar sebagai salah satu organisasi masyarakat terbesar di Indonesia. ’Aisyiyah memiliki jaringan struktural yang cukup kuat dan luas di wilayah negeri ini kususnya di Daerah Kabupaten Kudus, yang sangat menunjang gerak dakwah Islamiah yang dilakukannya. Jaringan Struktural ‘Aisyiyah, tersebar dan berjenjang dalam beberapa level yang mempunyai kewenangan dan wilayah kerja masing-masing.
Jaringan yang tersebar diseluruh daerah Kabupaten Kudus ini merupakan potensi yang sangat besar untuk membangun ummat dan bangsa ini menuju masyarakat utama dalam bentuk sinergi dan jaringan yang kuat dibeberapa bidang. Jaringan struktural tersebut merupakan kontribusi ’Aisyiyah yang sangat besar dalam mengakomodasikan warga jawa tengah ini dalam menyalurkan beberapa aspirasi yang dimilikinya.
Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Kudus, merupakan jenjang struktural ‘Aisyiyah setingkat Kabupaten/Kota. Pimpinan Daerah memunyai fungsi koordinatif bagi seluruh Pimpinan ‘Aisyiyah yang ada di wilayah Kabupaten Kudus Sekaligus juga mengkoordinasikan gerakan dakwah Islamiyah diseluruh daerah, melalui berbagai bentuk aktivitas dakwah, seperti aktivitas keagamaan, pendidikan, kesejahteran, sosial, kesehatan dan sebagainya.
AMAL USAHA ’AISYIYAH
Sebagai perwujudan amalan nyata ’Aisyiyah Daerah Kabupaten Kudus, juga bergerak di bidang amal usaha yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Adapun jenis-jenis amal usaha di ’Aisyiyah Kab. Kudus meliputi bidang Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Ekonomi.
Bidang pendidikan meliputi Taman Kanak-Kanak ( Aisyiyah Bustanul A’fal), Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Play Grup/Kelompok Berain (KB), Perguruan Tinggi (STIKES). Kesehatan meliputi Rumah Sakit Ibu dan Anak, BKIA, Posyandu. Dalam bidang Sosial meliputi Panti Asuhan, Panti Jompo. Bidang Ekonomi meliputi koperasi, toko, dll..
BIDANG GARAP AMAL USAHA.
Realitas dari gerakan ‘Aisyiyah telah dapat dirasakan oleh masyarakat luas, kemanfaatannya telah terlihat dengan banyaknya amal usaha yang telah dilakukan. Sebuah cita-cita yang dulu didambakan oleh Nyi Ahmad Dahlan, selangkah demi selangkah, setahap demi setahap mulai diwujudnyatakan. Satu abad bukanlah waktu yang singkat, untuk suatu organisasi yang masih tetap eksis. Hal ini mengindikasikan bagamana estafeta gerakan di tubuh ‘Aisyiyah telah berjalan dengan lancar dan mantap yang diiringi dengan system oganisasi yang solid, dengan mekanisme kerja yang terstruktur.
Dalam realita di lapangan, pertumbuhan dan perkembangan Amal Usaha ’Aisyiyah dari tahun ke tahun senantiasa mengalami penambahan dan peningkatan baik kualitas maupun kuantitasnya. Terlebih dengan telah dijadikannya program pemberdayaan masyarakat meliputi bidan Ekonomi, Sosial, Pendidikan, Kesehatan, Teknologi, budaya, sebagai upaya keterlibatan dan kepedulian ’Aisyiyah dengan persoalan-persoalan bangsa yang semakin komplek. Itulah sebabnya PROGRAM QORYAH TOYYIBAH, menjadi upaya pemberdayaan masyarakat ditingkat RT/RW/Desa. Di PDA Kab. Kudus Desa binaan untuk Program Qoryah Toyyibah adalah desa Undaan Wates
REALITA AMAL USAHA ’AISYIYAH.
Bukti nyata yang telah dilakukan ‘Aisyiyah kususnya di daerah Kab. Kudus ini, terlihat dari amal usaha yang telah diupayakan dan dikembangkan, yang dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan baik meliputi kualitas maupun kuantitas. . Berikut ini terpaparkan jumlah amal usaha yang dimiliki oleh ‘Aisyiyah. Daerah Kab. Kudus yakni :
1.Dalam Bidang Pendidikan
1). TK ‘Aisyiyah Bustanul Atfal 18 buah
2). KB/PAUD Formal /Play Grup 6 buah
3). SD
4). TPQ 4 buah
5). Tempat Penitipan Anak 1 buah
6). Perguruan Tinggi
2.Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup.
1). Rumah sakit Umum 1 buah
2). Rumah Bersalin / klinik Bersalin
3). Balai Kesehatan Ibu dan Anak
4). Rumah Sakit ibu dan Anak
5). Balai Pengobatan / Klinik
6). Posyandu Anak/ Ponsyandu Lansia
3.Bidang Sosial Kemasyarakatan.
1). Panti Asuhan (Yatim / Piatu) 1 buah
2). Anak Asuh Non Panti 365 Anak
3). Dana Santunan Sosial
4). Tim Pengrukti Jenazah 9 buah
5). Kes-Sos Lainnya : Santunan lansia, Layanan kesehatan, dll
6). Pelatihan Baby Sitter
4.Bidang Ekonomi
1). Koperasi 1 buah
2). Bait Al-Mal At-Tamwil
3). Toko/Kios/Warung/Kantn
4). Simpan Pinjam
5). Home Industri
6). BUEKA
7). Konfeksi Bordir, pakaian 3 buah
8). Salon Muslimah
9). Usaha aneka Keripik
5.Bidang Tabligh
1). Pengajian 47 buah
2). KBIH
3). Qoryah Toyyibah 2 buah

(Fakhrudin/MPI PWM Jateng/pdakudus.wordpress.com)