SDM 1 Ketelan Sabet 17 Medali di Kejuaraan Pencak Silat Yogyakarta Championship 6

0
71

PWMJATENG.COM, SOLO – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta kembali meraih prestasi membanggakan diperkuat kemauan yang tinggi dan skill yang baik, sebanyak 17 medali berhasil disikat pada Kejuaraan Pencak Silat Yogyakarta Championship 6 yang diselenggarakan di Gor Amongrogo Yogyakarta, Selasa-Rabu (22-23/10/2019).

Kejuaraan didukung Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) DR. Raden Isnanta, M.Pd dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), diikuti ribuan pesilat dari berbagai perguruan silat di Indonesia.

Joko Santoso, Pelatih Tapak Suci SD Muh 1 mengungkapkan bahwa sekolah mengirimkan 18 siswanya dalam ajang ini.

“Saya mengirim 18 pesilat Tapak Suci Putera Muhammadiyah, al hamdulillah meraih 17 medali, saya bangga pada mereka, berkat doa, kerja keras, dan dukungan seluruh civitas sekolah,”ungkapnya.

Joko menambahkan bahwa pada kejuaraan ini pesilat-pesilat Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK dan Budaya meraih medali emas kategori Tanding Putri atas nama Keisya Angie Ramadhani, Seni Tunggal atas nama Muhammad Darell Bramantya, Kategori Tanding Kenji Dwi Pradani, Kategori Seni Tunggal Tangan Kosong Avila Azwa Viandri, Kategori Tanding Afyar Nur Azizah Aqimizzaman, Farrel Ganendra Putra Prihandono, dan Azrian Raffa Muhammad.

Perak di raih Dayu Putriemas kategori Tanding Putri, Thalita Fauziah DS, Adella Aulia Tertiana, Carissa Agnita Adicandra, dan Kategori Seni Tunggal Tangan Kosong Shabrina Fawziyah Nurasyifa.

Perunggu diraih Azlya Aulia Sangbayu Larasati kategori tanding, Annisa Rahmani, Rafi Muhammad Ardiansyah, Shabrina Sandy Winata dan Rizsya Kalynda Putri Himawan.

“Saya berharap siswa-siswi tidak puas sampai di sini saja, tetapi terus meningkatkan kemampuannya di event yang akan datang gelaran OlympicAD Nasional VI tahun 2019 di Unimus Semarang,” ujar Joko Pendekar Muda TSPM.

Lebih lanjut Joko mengatakan bahwa dalam latihan optimalisasi ekstrakurikuler anak-anak digembleng gerakan-gerakan jurus pada nomor seni yang meliputi aspek kebenaran gerak, kemantapan gerak, penghayatan, ekspresi, dan ketepatan waktu.

“Untuk nomor tanding, saya asah kemampuan teknik serangan tangan, serangan kaki, dan teknik menjatuhkan lawan,” imbuhnya.

Salah satu wali murid, Okta Septi, ibunda Dayu Putriemas mengakui sangat senang mendapat medali perak.

“Kami sebagai salah satu wali siswa yang ikut turnamen ini sangat bangga, walaupun berangkatnya dilalui dengan kurang kondusif situasi jalan Solo-Jogja karena dampak pertandingan sepak bola antara tuan rumah PSIM Jogjakarta melawan Persis Solo yang diwarnai kericuhan, tetapi anak-anak tetap bersemangat,” ujarnya.

Begitu juga dengan Dayu Putriemas, mengatakan senang dan bangga bisa ikut kejuaraan nasional, Harapannya semoga ke depan makin banyak prestasinya lagi. (Jatmiko)