SD Muhammadiyah Kademangaran Adakan Kunjungan di Sentra Batik Tradisional

0
531
Siswa SD Mujammadiyah Kademangaran belajar membatik.

PWMJATENG.COM, Dukuhturi – Batik adalah budaya warisan yang dimiliki oleh indonesia dan sudah di akui oleh dunia sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi yang di tetapkan oleh UNESCO

Membatik juga merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan sudah menjadi budaya ( khususnya Jawa ) sejak lama. Namun semakin berkembangnya zaman, pembuatan batik secara tradisional sudah semakin berkurang, untuk itu Siswa siswi Muhammadiyah Kademangaran (MUDIKA) kelas 5 berkunjung di sentra batik tradisional pada Kamis (12/4) agar mereka bisa mengetahui dan mempelajari bagaimana cara membatik secara tradisional.

Mereka berkeliling pabrik untuk melihat proses demi proses pembuatan batik mulai dari kain polos sampai menjadi batik yang siap jual.

Antusiasme anak anak sangat besar, baru sampai disana mereka banyak sekali mengajukan pertanyaan demi pertanyaan, sampai istri pemilik pabrik tersebut merasa senang sekali dengan semangat mereka.

“Membatik merupakan budaya kita budaya Indonesia, untuk itu kewajiban kita yakni menjaga batik itu agar tetap ada dan lestari, nanti anak anak semua akan ibu ajarkan cara membatik”. Ujar ibu Hj. Badriah selaku pemilik butik.

Setelah melihat proses pembuatannya, anak anak lantas di berikan selembar kain putih polos agar mereka bisa mempraktekkan langsung cara membatik. Bak pembatik profesional, anak anak dengan lihainya memainkan cantingnya di atas kain putih mereka. Setelah semuanya selesai membatik, hasil karya mereka pun di bawa pulang sebagai kenang kenangan.

“Ternyata lumayan sulit membatik, tapi saya bersyukur anak anak semua mau dan begitu semangatnya mengikuti pembelajaran membatik ini, mudah mudahan timbul rasa peduli anak anak terhadap warisan budaya kita” ujar Nurulita Wijayanti selaku guru dan wali kelas mereka. (Ami)