SD Muhammadiyah Boja Galang Dana untuk Bangun Ruang Kelas Baru

0
955
Drs. KH. Ishaq, Pengasuh Ponpes Modern Darul Arqam Muhammadiyah Patean, Kendal ketika menyampaikan tausiah

PWMJATENG.COM, BOJA – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Boja, Kabupaten Kendal, menggelar  Pengajian Akbar dalam rangka penggalangan dana ruang kelas baru Kampus 2 SD Muhammadiya  (satu lokasi dengan gedung SMA Muhammadiyah Boja), Ahad (5/2/2017) lalu.

Pengajian tersebut dihadiri tak kurang 150 orang, terdiri dari PCM 13, Dikdasmen Boja, Kepala TPA At-Taqwa Boja, Camat Boja, Wali Murid SD dan TPA Muhammadiyah Boja

Pejabat yang hadir. Sementara pejabat yang hadir, meliputi Pimpinan Pondok Darul Arqom Patean (KH. Ishak), Pengasuh Majelis Kajian Pendalaman Islam Boja (Mahtum Ali Samhari, BA), Ketua dikdasmen Boja (Supardi, M.Pd), Camat Boja (Anwar Haryono, S.Sos), dan Direktur TPA (Muzayin, S,Ag).

Dalam sambutan, Sri Wijaya, S.Pd.I selaku Kepala sekolah SD Muhammadiyah Boja, menyampaikan harapan agar wali murid ikut bekerjasama dalam rangka membimbing putra-putrinya dirumah agar terjadi sinkronisasi antara pendidikan di rumah dan sekolah.

Sedangkan ketua PCM yang diwakili oleh Bp. Supardi, M.Pd (Ketua Dikdasmen Boja), menyampaikan, bahwa rencana kelas baru yang akan dibangun bersifat portable artinya tidak hanya diperuntukkan untuk SD saja sebagai sebuah kelas. Namun, dapat dibuka dan dipergunakan sebagai gedung pertemuan, Sekolah sore (TPA), dan pengajian Kapendis (Kajian Pendalaman Islam).

“Mari kepada seluruh pihak agar bekerjasama dalam mewujudkan kelas baru dengan mengisi surat kesanggupan,” tegasnya.

Camat Boja, Anwar Haryono, S.Sos, menjelaskan, berdasar peraturan terbaru bahwa sekolah negeri sekarang diperbolehkan menerima sumbangan dari wali murid asalkan bukan dalam bentuk pungutan yang angkanya ditentukan dan sifatnya sukarela.

“Pendidikan itu tidak hanya terjadi disekolahan saja. Namun, orang tua juga harus bertanggungjawab atas pendidikan anaknya,” jelasnya.

Ustadz KH. Ishak yang memberikan tausiah, menyampaikan keprihatinan terhadap pergaulan anak remaja saat ini yang membuat orang tua, guru masyarakat resah. Terlihat dalam mereka bergaul dalam kesehariannya seperti saling berboncengan berlainan muhrim. Untuk itu perlu adanya peraturan dari sekolahan yang membuat tata tertib tidak hanya mengatur masalah kedisiplinan saja. Namun peraturan tentang karakter siswa jauh lebih penting.

“Dalam hadis perdagangan dikatakan bahwa target sedekah itu harus 20% dari kemampuan. Semisal kita mampu menyumbang 100.000 maka yang kita tulis 120.000. Insyaallah Allah akan memberi rezeki apa yang telah kita tuliskan tersebut. Harapan adalah doa. Ini dipandang sebagai sebuah niat. Niat yang baik sudah dinilai sebagai suatu kebaikan,” bebernya.

Menurutnya, Rasulullah pernah mengingatkan diakhir zaman masjidnya ramai tapi kosong. “Kenapa? karena kita jadikan terbalik. Masjid sebagus apapun fungsinya sebagai lumbung. Sawahnya apa? Sawahnya madrasah/sekolahan. Banyak masjid megah dan mampu membangun tapi isinya sedikit. Karena kita lupa membangun isinya,” ungkapnya.

Diakhir ceramahnya, utadz Ishak mengajak “Do the best God the rest”. Maksudnya, lakukan yang terbaik, ikhtiar yang terbaik kekurangannya kita serahkan pada Allah.

Dalam penggalangan dana tersebut, berhasil dikumpulkan dari kotak infaq sebanyak Rp. 8.869.000, surat kesanggupan Rp. 14.075.000. Sehingga total dana yang terkumpul baru Rp. 22.944.000, sementara dana yang dibutuhkan untuk biaya pembangunan diperkirakan Rp. 400.000.000 ( 2 lantai ). ( Alif Khoirotun Ulfa, S.Pd.I)