SD Muhammadiyah 17 Semarang Juara Silat Tingkat SD/MI

0
350

SEMARANG- Tim pencak silat SD Muhammadiyah 17 menjadi juara umum
Invitasi Pencak Silat tingkat SD/MI yang digelar oleh SMP Negeri 10
Semarang, di aula sekolah itu sejak 6 – 9 November.

Secara keseluruhan, sekolah itu mendulang empat medali emas, dua perak,
dan dua perunggu sehingga memboyong trofi bergilir dari Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kota Semarang.

Invitasi itu diikuti sebanyak 283 pesilat dari 35 SD/MI di Kota
Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal dan Grobogan. Pertandingan
berakhir Senin malam itu, mengalami perpanjangan waktu satu hari karena
peserta yang mendaftar melebihi target pihak panitia.

Untuk runner up diraih oleh SD Negeri Mangkang Kulon 1 Semarang dengan
merebut empat medali emas, dua perak, dan satu perunggu. Sedangkan
posisi tiga diraih tim silat SD Petompon dengan tiga emas, satu perak,
dan tiga perunggu.

Predikat pesilat terbaik putra disabet oleh Muhammad Bintang dari SD
Muhammadiyah 17 yang turun di kelas A (30-33 kg). Di final, Bintang
mengalahkan Kelvin dari SD Kartini 1.

Bintang lebih rajin menyarangkan tendangan daripada Kelvin. Tendangan
lurus ke depan kaki kanan Bintang yang mengantar ia meraih emas dan
pesilat terbaik.

Sedang pesilat terbaik putri diraih Nur Barokah dari SD Mangkang Kulon
01 yang berlaga di kelas H. Nur sangat piawai dalam membanting
lawannya, Desi Intan dari SD Muhammadiyah 17. Tercatat ada tiga kali
teknik bantingan Nur yang membuat Desi tidak berdaya mengembangkan
teknik serangannya.
Penghargaan
Dua pesilat terbaik dan juara umum invitasi ini mendapat tambahan
penghargaan berupa uang pembinaan dari SMP Negeri 10 Semarang.

”Saya sungguh senang dengan membludaknya pesilat cilik yang ikut
berlaga pada invitasi ini. Padahal, semula kami hanya menargetkan 200
pesilat.

Membengkaknya jumlah peserta itu mengejutkan kami. Namun hal itu sangat
membanggakan. Itu artinya, generasi muda kita kini makin cinta beladiri
asli Indonesia ini,” kata Kepala SMP 10 Drs Djoko Suprayitno SPd MM,
Senin (9/11) malam seusai menutup invitasi itu.

Dia berharap para pesilat cilik itu nanti tetap berlatih silat ketika
mereka lulus SD dan masuk SMP, bahkan hingga mahasiswa dan bekerja.

Setidaknya Djoko yang kini berusia 50 tahun telah memberi contoh. Ia
sejak duduk di bangku SMP berlatih silat hingga saat ini pun tetap
berlatih.