SD Muh 1 Ketelan Bahas Penerapan New Normal Pendidikan

0
100

PWMJATENG.COM, SOLO – Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Jawa Tengah, mengadakan diskusi memperhatikan keberlangsungan pendidikan seiring kebijakan pemerintah untuk menerapkan pola hidup kenormalan baru.

Hal ini menjawab dan merespons di masa pandemi Covid-19. Pranata kerja diawali penyesuaian jam belajar.

Siswa hadir pukul 07.15 dan pukul 08.00, guru pukul 07.00 kuliah tujuh menit (kultum). Orang tua wajib mengantar dan menjemput tepat waktu menghidari kerumunan.

Kegiatan belajar daring terarah dan terukur berpedoman menteri pendidikan dan menteri kesehatan Republik Indonesia.

“Tahun pelajaran 2020/2021 wajib menggunakan masker dari /ke selama di sekolah, anggota warga sekolah sakit dilarang masuk,” kata Kepala Sekolah Sri Sayekti di Aula Sekolah Sehat, Jumat (29 Mei 2020).

Sayekti menyebutkan siswa, guru karyawan, orang tua dan tamu wajib cuci tangan. “Selama pandemi tidak ada jabat tangan, sebelum masuk melakukan pengukuran suhu tubuh, satu kelas menempati 2 lokal kelas 50 % tatap muka dan 50 % daring serta ada ekstra, cuci tangan 54 unit, toilet 33, kantin dan dapur ikut SOP,” ujarnya.

Menurutnya, skenario tersebut diterapkan karena dalam kenormalan baru nanti antara lain Physical Distancing 1 hingga 1,5 meter dalam semua aktifitas belajar dan bekerja.

“Pusat pengendali adalah Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) bekerja sama Puskesmas Stabelan,” kata Perempuan berjilbab sekolah rujukan nasional.

New Normal merupakan pola hidup baru dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 yang hingga detik ini masih terjadi.

Memfasilitasi sekolah yang aman sehat via higenis dan sanitasi sekolah. Sedia hand sanitizer 75 % alcohol, kampanye germas cuci tangan pakai sabun, etika batuk, berludah, olahraga, hindari penggunaan alat pribadi bersama dan tidak menggunakan uang tunai.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Surakarta, Drs H Tridjono mengungkapkan pembahasan New Normal ini selaku pimpinan majelis mengapresiasi.

Karena bagaimanapun terlalu lama tidak ketemu dalam artian peserta didik rasanya khawatir. Karena itu akan menjadi kendala.

“Maka kalau sudah memungkinkan sebaiknya kita mulai dengan catatan tetap mematui aturan yang berlaku baik dari sisi persyarikatan maupun sisi negara. Tapi jangan lupa sosialisasi kepada wali murid, masyarakat dan instansi terkait demi kemajuan sekolah kita,” ujar Tridjono.

Hadir juga Wakil Kepala Sekolah dan staf bidang Kurikulum SW Winarsi, Kesiswaan Imam Priyanto, Sarpras Jaka Prasetya, AIK Ahmad Syaifuddin, Humas Jatmiko, BUM’s Nurtiningsih, Dapur Sehat Eny Khusnul Khotimah dan Securty Slamet Widodo. (Humas, Jatmiko)