Sambut Milad Muhammadiyah Ke 107, PCM Kaliwungu Gelar Kemah Dakwah

0
129
FUN GAME. Salah satu unsur peserta kemah dakwah saat mengikuti fun game, sebagai salah satu agenda kegiatan (foto dok gofur)

PWMJATENG.COM, KENDAL -Menyambut milad Muhammadiyah yang ke 107, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kaliwungu menyelenggarakan kemah dakwah pada Sabtu-Ahad (9-10/11) di lapangan sepak bola desa Mulyosari, Sukorejo.

Kemah tersebut diikuti oleh 146 peserta yang terdiri dari utusan seluruh AUM, Ortom, dan jajaran PCM Kaliwungu.

Ketua panitia, Edy Hansya mengatakan, kemah dakwah sebagai media sillaturrahmi keluarga besar Muhammadiyah Kaliwungu sekaligus untuk mengayubagyo milad Muhammadiyah yang ke 107.

“Dengan sillaturrahmi akan tercipta keakraban sesama warga Muhammadiyah Kaliwungu, sekaligus kemah dakwah sebagai media konsolidasi organisasi menuju terbentuknya Muhammadiyah yang unggul, kuat dan berdaya saing” katanya.
Beliau berharap setelah kegiatan kemah dakwah ini akan lebih membangkitkan semangat untuk melakukan perubahan, dan siap menyongsong kebangkitan gerakan Muhammadiyah di Kaliwungu.

“Kita bangkitkan, dan majukan seluruh potensi yang ada di Kaliwungu, mulai dari ortom dan Amal Usaha Muhammadiyahnya” tegas Edy Hansya.

Sebagaimana kita ketahui, PCM Kaliwungu dalam perkembangnnya telah menunjukkan kemajuan yang membanggakan. Terdapat tiga bidang AUM yang ada di kota santri, yaitu bidang pendidikan di bawah Majelis Dikdasmen, PCM dan PCA Kaliwungu telah memiliki MI Muhammadiyah Sarirejo, SMP Muhammadiyah 3, SMA Muhammadiyah 3 Kaliwungu dan 8 TK ABA dan PAUD. Sedangkan AUM dibawah naungan Majelis Pelayanan Sosial (MPS), PCM Kaliwungu memiliki dua PAY, yaitu PAY Putra Hj. Siti Rohmah dan PAY Putri Hj. Rumijatun. Tak kalah pentingnya PCM Kaliwungu telah memiliki Rumah Sakil Umum Muhammadiyah Darul Istiqomah (RSDI) yang beberapa bulan lalu dalam akreditasinya mendapat predikat Paripurna Bintang Lima dengan Rumah Sakit Tipe C.

Sementara itu Wakil Ketua PCM Kaliwungu, H. Sam’ani, mengaku merasa bangga dengan kegiatan kemah dakwah yang sedang berlangsung.
“Kebanggan ini benar-benar kami rasakan dan lengkap, karena sebelumnya tidak tercipta anggota kemah dakwah sebanyak itu” katanya. Pengalaman yang sering dirasakan, menurut Sam’ani, dalam kegiatan, terutama rapat pimpinan hanya terdapat wali sembilan, artinya rapat cuma diikuti oleh 9 orang.
Beliau juga berharap , dengan kemah dakwah ini akan lahir inspirasi baru yang mampu mengembangkan ptensi yang ada di PCM Kaliwungu.

Terhadap kegiatan tersebut, Sam’ani meminta kepada seluruh peserta untuk selalu mengikuti dengan baik atas kegiatan-kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia.
“Bapak, ibu, dan seluruh peserta sudah siap hadir di tengah lapangan ini untuk mengikuti kemah dakwah dan telah meninggalkan rumah dengan ranjang yang empuk. Di sini kita akan tidur beralaskan tikar, beratapkan langit dan kita berharap tetap diberi kekuatan serta dalam kondisi tubuh yang sehat wal afiat” imbuhnya.
Sedangkan Wakil Sekretaris PDM Kendal, H. Moh. Antono meminta kepada seluruh peserta kemah dakwah supaya kegiatan tersebut sebagai upaya untuk membangkitkan semangat berdakwah.

“Kita jadikan kemah dakwah untuk membangun semangat, pendorong menuju masa depan yang lebih baik” ucap Antono.
Beliau berpesan kepada angkatan muda Muhammadiyah yang mengikuti kemah dakwah agar kegiatan tersebut sebagai agenda penting.

“Kepada angkat muda Muhammadiyah supaya siap membawa perubahan” katanya.
Menurutnya, siapapun yang tidak bisa berubah akan menjadi punah, atau sebaliknya akan menjadi megah.

Penyerahan kenang-kenangan buku Sejarah Berdirinya Muhammadiyah Kaliwungu dari PCM Kaliwungu kepada PCM Sukorejo dan PRM Mulyosari.

Terkait dengan Muktamar Muhammadiyah ke 48, Antono meminta kepada seluruh warga Muhammadiyah untuk mempersiapkan diri.
“Bersiap-siaplah warga Muhammadiyah untuk menyongsong Muktamar ke 48 di Surakarta, karena perhelatan tersebut tinggal 8 bulan lagi, waktu yang tidak terlalu lama” ujarnya.

Upacara pembukaan kemah dakwah ditutup dengan penyerahan buku Sejarah Berdirinya Muhammadiyah di Kaliwungu. (Abdul Ghofur)