Rizal Ramli: Sinergi NU-Muhammadiyah Hasilkan Kekuatan Dahsyat

0
273

CILACAP – Ketua Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARUP), Dr. Rizal Ramli, mengapresiasi sinergi positif yang dijalin kalangan muda Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah di Cilacap, Jawa Tengah. Jika kondisi tersebut bisa dikembangkan secara lebih luas, maka akan menghasilkan kekuatan yang dahsyat. Ummat Islam bisa menyelesaikan persoalan kepemimpinan di semua tingkatan.
“Jika NU dan Muhammadiyah bersatu dalam visi perjuangan demokrasi dan kebangsaan, ini sinergi yang luar biasa. Saya rasa Indonesia bisa segera keluar dari krisis kepemimpinan yang selama belasan tahun ini mendera. Kita akan punya pemimpin yang berintegritas dan memiliki kompetensi tinggi dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa,” ujar Rizal Ramli.
Pernyataan Rizal Ramli yang akan maju Capres tersebut disampaikan ketika menerima kunjungan sejumlah tokoh Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Cilacap dan Pimpinan Gerakan Pemuda Anshor (GP Anshor) Cilacap di sela-sela ?Tabligh Kebangsaan dalam Rangka Harlah ke-79 GP Anshor di alun-alun Kabupaten Cilacap, beberapa waktu lalu.
Terkait soal kepemimpinan nasional, Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid tersebut mengatakan, sinergi NU dan Muhammadiyah akan menghasilkan gabungan suara sekitar 70%. Ini dahsyat sekali. Bila terjadi, tidak ada satu kekuatan pun yang mampu mengalahkan, walaupun Parpol-parpol bergabung membentuk koalisi.
“Saya sering bermimpi, NU dan Muhammadiyah punya visi yang sama dan mewujudkannya dalam sinergi. Mudah-mudahan apa yang dilakukan generasi muda NU dan Muhammadiyah Cilacap bisa mengilhami sekaligus mendorong hal serupa di daerah-daerah lain, sehingga bisa menjadi semacam sinergi nasional,” papar Rizal Ramli.
Sebelumnya Ketua Bidang Hukum GP Anshor Cilacap, Muhtar Zein, mengatakan di kalangan muda NU dan Muhammadiyah Cilacap sudah sejak lama terjalin kerja sama yang amat baik. Kerja sama ini bahkan sudah berkembang ke arah sinergi seputar kepemimpinan masyarakat Cilacap. Kalangan muda kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut memiliki visi dan misi sama untuk memajukan dan menyejahterakan rakyat Cilacap. “Untuk soal-soal seperti ini, kami di kalangan muda NU dan Muhammadiyah bisa dikatakan sudah satu, bang Rizal. Namun memang harus diakui, hubungan antara kaum tuanya belum seharmonis kami. Mudah-mudahan Allah akan menggerakkan hati para orang tua kami agar bisa lebih menyadari, bahwa kepentingan berbangsa dan bernegara jauh lebih besar daripada sekadar ego organisasi masing-masing. Aamiin,” ungkap Muhtar.
Hal senada juga disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Cilacap, Gunawan Tri Hamtoro. Dia menyatakan sebagian tokoh muda Muhammadiyah dan NU Cilacap juga ada yang maju sebagai Caleg pada Pemilu 2014. Meski berkompetisi merebut simpati rakyat, mereka tidak menerapkan praktik politik uang. Caleg dari kalangan muda NU dan Muhammdiyah ingin mengembangkan budaya politik yang sehat dan bukan sekadar prosedural, apalagi transaksional. “Kami sadar betul, Parpol-parpol besar telah merusak demokrasi dengan politik uang. Karena itu kita harus memberi pelajaran politik kepada rakyat secara benar. Rakyat harus tahu, bahwa uang yang para elit hambur-hamburkan itu berasal dari korupsi dan bancakan APBN. Ini jelas awal yang salah. Jika mereka terpilih, sudah bisa dipastikan, tidak akan amanah. Mereka akan kembali menjarah uang negara untuk kepentingan pribadi dan partainya saja,” tukas Gunawan. (Fakhrudin/warta ekonomi)