Ribuan Umat Islam dari Berbagai Daerah di Jateng Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina

0
673

PWMJATENG.COM, SEMARANG – Aksi solidaritas sebagai sesama muslim semakin gencar dilakukan. Khususnya di Indonesia, hampir sebagian besar wilayah di Indonesia mengadakan sebuah aksi membela kebebasan kemerdekaan atas warga Palestina terkait muncul pernyataan tentang pengklaim Ibu Kota Jarussalem kepada Israel.

Pernyataan yang menyakiti hati warga Palestina ini memicu rasa sakit hati dari umat muslim Indonesia. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang yang dimotori oleh koordinator lapangan AM Jumai mengadakan sebuah aksi membela kebebasan Palestina sebagai bentuk protes atas kebijakan Donal Trump dengan titik kumpul di Gedung Muhammadiyah Jawa Tengah kemudian Long march menuju air mancur jalan Pahlawan Semarang.

Ribuan warga Muhammadiyah turut bersimpati, namun tidak hanya warga Muhammadiyah saja, nampak pula FUI Forum Umat Islam mendukung aksi tersebut.
Khafid Siratudin selaku ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah memberikan dukungan penuh atas spirit umart muslim dalam membela Palestina.

“Kita sebagai umat muslim sebagai mayoritas di Indonesia harus memiliki spirit yang tinggi, bersatu demi mendukung kemerdekaan Palestina. Tidak hanya muslim di Indonesia, namun ini harus sebagai pemicu semangat warga muslim di seluruh dunia dalam mendukung Palestina:. Ungkapnya.

Selain pemberian orasi dari Pimpinan Muhammadiyah Kota Semarang, aksi tersebut dilanjutkan dengan shalat dhuhur bersama di bundaran air mancur jalan Pahlawan Semarang dan doa qunut nazilah untuk warga Palestina.

Sebelumnya, Jum’at (16/12/2017) di Alun-alun Sasana Langen Putra sebagai saksi bersatunya umat islam Sragen dari berbagai ormas. Pukul 10.00 WIB peserta aksi mulai berkumpul di Masjid kebanggaan warga Sragen Masjid Raya Al-Falah untuk menunaikan ibadah sholat Jum’at. Khatib kutbah sholat jumat Ustadz Hakim Zanky, Lc yang merupakan Sekretaris Majelis Tarjih Muhammadiyah Sragen menyampaikan sejarah kenapa yahudi bisa sampai menduduki tanah palestina dan membakar semangat juang jamaah untuk membela palestina. Setelah kutbah Jumat selesai peserta aksi sholat jumat yang di imami oleh Ustadz Mufti Azis, al Hafidz, dalm sholat tersebut di serta dengan Qunut Nazilah yang menggertarkan hati untuk Palestina.

Sekitar 7000 peserta yang terdiri dari Muhammadiyah, FPI, Hidayatullah, Majelis Mujahidin, LDII, MTA, MUI, FUIS, Pemuda Muhammadiyah, DDI dan elemen masyarakat melakukan long march dari Masjid Raya Al-Falah Sragen menuju Alun-Alun Sasana Langen Putra untuk berorasi. Ketua Pimpinan Muhammadiyah Sragen Abdullah Afandi dalam orasinya menyerukan “ormas islam di indonesia harus bersatu, bahu membahu membantu palestina”. Lain halnya dengan Dodok Sartono Ketua Lazismu Wilayah Jawa Tengah “ menyatakan bahwa Israel adalah bukan sebuah negara, mereka adalah segerombolan penjajah. Dalam akhir orasinya menyerukan untuk memboikot semua produk yahudi yang selama ini umat islam gunakan sehari-hari”.

Dalam Aksi Damai Membela Palestina ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno yang menyampaikan kecaman pada Amerika dan Israel dalam orasinya. Disamping itu dalam aksi damai ini juga di laksanakan pengumpulan dana oleh Lazismu Sragen untuk membantu umat muslim Palestina. Dengan mengerahkan Relawan Zakat, IPM, dan Hizbul Wathan menjemput donasi dari masing masing peserta aksi dan warga yang kebetulan melihat aksi damai tersebut. Dana yang terkumpul dalam aksi tersebut sebesar Rp 64.219.000,00 dan diperkirakan akan terus bertambah.

Di Wonosobo, juga Ribuan Umat Islam Gelar Aksi Bela Palestina
Wonosobo, ribuan umat Islam dari berbagai elemen padati pusat kota gelar aksi bela Palestina. Aksi tersebut ditujukan sebagai bentuk solidaritas kepada Muslim Palestina atas keputusan Donal trump memutuskan Yerusalem menjadi Ibukota Israel. Start aksi dari Masjid Al-Huda melalui jalan Ahyani menuju pusat kota di Taman Plaza untuk orasi, kemudian dilanjudkan menuju Alun-Alun dan kembali ke Al-Huda. Penggalanagan dana ditujukan untuk muslim Palestina yang disalurkan melalui Lazismu (lembaga Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah) Wonosobo.

Ketua painitia Hakim Yahya menjelaskan aksi solidaritas umat Islam Wonosobo sebagai wujud kepedulian atas nasib saudara-saudara Islam di Palestina. Hal tersebut didasarkan bahwa Yerusalem yang di claim menjadi ibukota Israel oleh Amerika tidak hanya milik muslim palestina, namun merupakan milik umat Islam sedunia termasuk Wonosobo. “kami harap Donal Trump mencabut keputusannya menjadikan Yerusalem menjadi ibukota Israel karena Yerusalem adalah milik Palestina, milik umat Islam sedunia” tegas Hakim saat ditemui pasca aksi di Masjid Al-Huda 15/12/2017.

Hakim menambahkan bahwa aksi bela Palestina juga untuk memberikan semangat dan pengetahuan pada generasi muda muslim di Wonosobo agar supaya lebih paham bagaimana Yahudi dan Israel seperti apa yang digambarkan dalam Al-Qur’an. Selain itu respon masyarakat luar biasa, antusias dalam mengikuti aksi bela Palestina melebihi target yang diharapkan. “Yang cukup istimewa, ada salah satu akhwat yang mendonasikan perhiasan sepasang anting yang beliau pakai sejak sekolah dasar tahun 1983 untuk muslim Palestina” imbuh Hakim.

Senada dengan hal tersebut, salah satu orator Zenuri menegaskan bahwa semua muslim diseluruh dunia tidak rela atas tindakan Donal Trump yang mengumumkan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Zaenuri mengingatkan bagaimana Sultan Abdul Hamid 2 pada saat itu didatangi oleh orang yahudi dengan membawa 150 juta poundsterling namun beliau menolaknya dengan tegas. “Simpan uangmu, sungguh saya tidak akan pernah menjual negeri kaum muslimin kecuali ketika aku telah meninggal dan daulah Islam telah hancur maka kalian akan mendapatkan dengan Cuma-Cuma” tegas Zenuri menirukan pernyataan Sultan Hamid 2.

Zenuri mengajak seluruh peserta aksi untuk menumbuhkan izzah kaum muslimin dan menyatukan tekad membela muslim di Palestina. Menguatkan kembali semangat Sultan Abdul Hamid 2 dalam menjaga ukhuwah persatuan Islam.

Aksi solidaritas Palestina dimulai start dari Masjid Al-Huda Sudagaran melalui jalan Ahmad Yani dan berhenti di pusat kota Taman Plaza untuk orasai dan penggalangan dana. Kemudian dilanjudkan long march menuju alun-alun dan kembali ke Masjid Al-Huda. Donasi yang didapat dari aksi tersebut sebesar 11,4 Juta dan sepasan anting emas yang disalurkan langsung melalui Lazismu (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah) Wonosobo. (Rd/kus/yohan/hans).

Pernyataan Sikap Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang dalam Aksi Damai untuk Palestina.

1. Mengecam keras pernyataan Donal Trump yang menjadikan Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel yang memicu ketegangan dan terjadinya tindakan kekerasan oleh tentara Israel terhadap rakyat Palestina

2. Menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada korban kekerasan yang terjadi di Palestina

3. Mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oleh penguasa dan tentara zionis Israel terhadap warga sipil Palestina yang tidak berdosa

4. Menegaskan bahwa membunuh manusia yang tidak berdaya adalah perbuatan yang tidak berperi kemanusiaan,kejahatan yang sama nilainya dnegan membunuh seluruh umat manusia, pelanggaran Hak Asasi Manusia dan hak-hak masyarakat sipil yang dilindungi oleh hukum Internasional

5. Mendesak Persyarikatan Bangsa-bangsa (PBB), Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dan Liga Arab untuk segera melakukan sidang khusus membahas langkah-langkah penyelesaian kekerasan di Palestina. Sementara kepada pihak yang bertikai menyerukan utnuk melakukan gencatan senjata dan menghentikan segala bentuk konfrontasi

6. Menuntuut kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil prakarsa dan langkah-langkah diplomatik untuk menyelesaikan masalah Palestina secara komprehensif

7. Menyerukan kepada umat beragama, khusunya Islam untuk menggalang solidaritas politik, kemanusiaan, dan dukungan spiritual bagi perjuangan rakyat Palestina. Terlebih semua agama secara gamblang mengajarkan kepada pemeluknya untuk membela kaum yang tertindas dan terdzalimi. (*)