Rakorda LazisMU Wonosobo : Menyamakan Persepsi Untuk Mendongkrak Perolehan Zakat

PWMJATENG.COM, WONOSOBO – Menggerakkan roda organisasi harus masuk semua lini, termasuk menyadarkan kewajiban zakat kepada warga masyarakat. Rabu (01 Maret 2017) dalam rangka mendongkrak serta menggugah semangat berzakat, infak dan shodaqoh warga Muhammadiyah LazisMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Wonosobo menggandeng LazisMu Sragen menyelenggarakan Rakorda dan Sosialisasi LazisMu di hadapan PCM, ORTOM, dan Majelis serta Lembaga PD Muhammadiyah Wonosobo di Aula pertemuan PKU Muhammadiyah Wonosobo dari jam 08.00 s.d 14.00 WIB

Dalam sambutan pembukaan H. Sholeh Yahya selaku mewakili PDM Wonosobo menyampaikan “ Saat ini potensi zakat dikalangan masyarakat Wonosobo masih sangat terbuka lebar dan LazisMu harus bisa mengakomodir serta memfasilitasi zakat masyarakat. Dilihat tingkat ekonomi warga Muhammadiyah merada pada tingkat menengah keatas, jadi tidak ada alas an untuk tidak menyalurkan ZISnya di LazisMu.” Tandasnya

” Selain daripada itu bahwa Management LazisMu memiliki peluang yang sangat lebar diantaranya tersedianya network atau jaringan yang luas, BUMD dan BUMN yang bekerjasama dengan Muhammadiyah dan yang terakhir adalah pemahaman keagamaan yang tinggi , sehingga kalau dikelola dengan baik maka bisa menjadi penopang kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut Sholeh Yahya menyampaikan “ Badan Amil Zakat Daerah ( BAZDA )kabupaten Wonosobo juga mengakui bahwa LazisMu memiliki data paling lengkap baik laporan maupun data mustahiq.

Dalam penyampaian materi dari Ikhanushoffa, ketua Badan Pengurus LazisMu Sragen menyampaikan bahwa kunci awal kesuksesan LazisMu harus ada kesamaan persepsi bahwa zakat, infaq serta shodaqoh warga Muhammadiyah hendaknya di Lazismu, hal ini berkaitan dengan pengelolaan dan ketepatan dalam pentasyarufan ZIS.

Selanjutnya, kinerja yang baik dari Amil atau pengurus zakat karena ini berkaitan dengan Trust atau kepercayaan dari muzakki, pengelola harus berkomitmen dengan kepengurusan dan tidak dobel jabatan dalam structural organisasi di Muhammadiyah. Muzakki setiap bulannya membutuhkan laporan dari pengelola baik diminta maupun tidak dan itu harus dipenuhi sebagai bukti nyata dari kinerja yang baik, terakhir adalah sentralisasi pembukuan ZIS di Muhammadiyah.

Zakat merupakan ibadah yang memiliki keunikan tersendiri. Jika dibandingkan dengan sholat, puasa, ataupun haji yang jelas-jelas mengedepankan nilai spiritual atau ke-Tuhan-an yang begitu tinggi, sekilas zakat terlihat berbeda. Tanpa mengesampingkan nilai-nilai tersebut, justru kandungan nilai sosial lah yang nampak begitu jelas pada rukun Islam yang satu ini. Pengamalan dan pemaknaan terhadap zakat dapat mencerminkan kepedulian seorang muslim pada sesama. Mengapa? Karena jelas sasaran dari zakat adalah orang-orang yang berhak menerima bantuan. Dengan pemberian tersebut, tentu kualitas hidup mereka akan meningkat. Hal ini menandakan bahwa Islam ternyata mengatur bagaimana seorang muslim dapat hidup secara seimbang, yaitu memerhatikan aspek hubungan dengan Allah maupun dengan manusia lainnya.

Selain itu, zakat juga memiliki fungsi untuk menyucikan harta yang telah diperoleh. Alasannya, karena kita telah menunaikan hak orang lain pada sebagian harta yang kita miliki. Dengan kata lain, harta yg telah diberikan zakatnya sudah menjadi hak penuh milik kita sehingga menjadi lebih berkah. ( ARO-MPI)