RAKOR Triwulan PDM Karanganyar dihadiri Sekum PP DR. Abdul Mu’ti

0
490

PWMJATENG.COM, KARANGANYAR – Rakor (Rapat Koordinasi) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Karanganyar periode muktamar 46 yang dilaksanakan secara bergiliran ke seluruh PCM sejumlah 17 Cabang yang ada telah usai sukses digelar. Pada periode muktamar 47 dengan masa kerja tahun 2015-2020 mulai dilaksanakan yang dimulai dilaksanakan di PCM Kecamatan Kerjo senin (27/12) bertempat di kompleks SM Muhammadiyah Program Unggulan (SDMPU) Desa Bothok Kecamatan Kerjo. Rakor triwulan putaran pertama di PCM Kerjo dihadiri tidak kurang dari 500 orang yang terdiri dari tamu undangan Forkompimca Kerjo, Pimpinan Pleno PDM, Majelis/Lembaga, PCM, PRM, AUM dan Ortom yang ada  serta menghadirkan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah DR. Abdul Mu’ti, M.Ed.

Setelah seremonial pembukaan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an, menyanyikan lagu Sang Surya dan pembacaan do’a dilanjutkan sambutan shahibul bait ketua PCM Kerjo yang menyampaikan terima kasih dan selamat datang. Ketua PCM Kerjo Drs. Darmadi dalam sambutannya juga melaporkan perkembangan cabang yang dipimpinnya bersama 9 orang pleno PCM yang mengadopsi susunan pimpinan di PDM dan PWM, dari sisi kelembagaan PCM Kerjo pantas mendapatkan apresiasi karena saat ini sudah mempunyai 40 PRM (PCM dengan PRM terbanyak di PDM Karanganyar, Red.), 5 AUM Pendidikan diluar Aisyiyah, 40 tempat kajian binaan PCM dan yang lebih membanggakan PCM Kerjo sangat dipercaya oleh umat dalam pengelolaan tanah wakaf “ sampai saat ini Cabang kami telah mendapat 40 wakaf tanah dan 2 yang masih dalam proses” kata Darmadi mengakhiri sambutan.

Pada acara Rakor putaran pertama PDM Karanganyar sekaligus diadakan peluncuran Mobil Layanan Umat oleh LAZISMU sejumlah 3 unit mobil untuk masing-masing Cabang Kerjo, Cabang Mojogedang dan Cabang Colomadu yang digunakan sebagai mobil operasional layanan multi fungsi oleh LAZISMU di masing-masing PCM dalam mendukung dakwah dan pelayanan secara gratis kepada warga yang tidak hanya terbatas kepada warga Muhammadiyah saja. Ketua LAZISMU PDM Karanganyar Munfarid menyampaikan pengadaan mobil layanan umat ini diberikan dana stimulan dari daerah dan selebihnya atas usaha cabang. “ Dari LAZISMU PDM diberikan kepada Cabang yang sudah siap sejumlah 25 juta sebagaimana program kerja dan keputusan Rakerda LAZISMU beberapa waktu yang lalu” kata Munfarid. Sampai saat ini sudah ada 5 mobil denagan tambahan 3 mobil ini dan diharapkn dalam periode ini seluruh LAZISMU di Cabang sejumlah 17 bisa memiliki mobil layanan umat semua.

Ketua PDM Karanganyar Drs. H. Muh. Samsuri, MS.I., dalam sambutannya menyampaikan RAKOR Triwuan menjadi salah satu motor hidupnya gerakan cabang. “ Sekarang tidak ada satupun PCM yang tiarap, semua hidup. Dulu ada PCM yang hidupnya kalo dikunjungi, ada cabang kegiatannya hanya 2 yaitu musycab dan turba pada saat itu makan muncul ide rakor triwulan. Pada periode ini rakor triwulan diteruskan yang dianggap berhasil.

Pada periode muktamar 46 rakor pertama juga dilaksanakan di kerjo, untuk periode muktar 47 ini juga dimulai dari kerjo yang saat ini juga menghadirkan Abdul Mu’ti sama pada periode pertama. Alasan kenapa PCM Kerjo menjadi pilihan bukan tanpa alasan, “ PCM Kerjo ini  dianggap sebagai PCM yang sangat dinamis, kreatif, solid dan nekat. Kerjo ini boleh dikata BONEK (Bondo nekat, Red.) tegas Samsuri. Kerjo ini bisa memilki 16 mobil operasional yang diawali saat itu pengadaan mobil seharga 16 juta, selain itu gerakan ngaji pada PCM kerjo berhasil dengan baik dengan 40 lokasi binaan kajian. Pertumbuhan AUM di Kerjo juga perlu diacungi jempol, ketika ada MIM yang sudah mau ditutup saat itu bisa dibenahi dan sekarang bisa berkembang tiap angkatan 4 kelas, setelah itu 4 tahun yang lalu dirintis berdirinya SDM Program Unggulan, juga sudah dalam rintisan untuk mendirikan PKU minimal klinik pratama. Gerakan LAZISMU PCM Kerjo juga bisa menjadi contoh yang lain dengan stimulan 25 juta bisa pengadaan mobil baru untuk opersional yang tentunya mendapat dukungan warga sepenuhnya. Terakhir alasan kenapa Kerjo menjadi pilihan putaran pertama rakor triwulan adalah PCM Kerjo memilki kader atas nama ibu Sukarmi yang mendapat Muhammadiyah Award 2016 dalam bidang pengabdian sebagai tokoh penggerak. “Mari desa-desa seluruh di Kerjo dijadikan desa/kota Muhammadiyah” tegas Muh Samsuri.

Penyelenggaraan rakor menurut Samsuri adalah sebagai konsolidasi organisasi, terbukti Musycab dan Musyran 100 persen sudah selesai dilaksanakan ini menjadi PDM di Solo Raya yang sudah menyelesaikan dibanding PDM-PDM yang lain hal ini menjadi penyemangat sendiri.

Program kerja prioritas PDM yang disebut trisula (tombak bermata tiga) dulu tabligh, tarjih dan pengkaderan sekarang pemberdayaan msyrakat, gerakan ZIS dan penanggulangan bencana pada periode ini PDM Karanganyar menggabungkan trisula lama dan trisula baru sebagai program unggulan sebagai program prioritas yang petama adalah gerakan wajib ngaji yaitu ngaji di AUM masing-masing dan wajib ngaji di Cabang dan Ranting masing-masing. Yang kedua gerakan pemberdayaan ekonomi umat, lewat MPM melakukan pembudidayaan singkong kingkong. Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan mendirikan PT. Cahaya Bumi Intanpari dengan mayoritas kepemilikan oleh persyarikatan dan sisanya oleh warga Muhammadiyah yang akan menggarap mutli usaha yang prioritas tahap awal adalah pabrikasi air minum dalam kemasan yang pabriknya sudah mulai digarap, perdaganggan umum untuk memenuhi kebutuhan warga juga AUM, dan yang ketiga yang akan digarap adalah usaha katering karena saat ini sudah punya GDM yang disewakan. Yang ketiga gerakan ZIS dikembangkan sampai ke ranting-ranting, yang terakhir gerakan penanggulangan bencana karena Karanganyar termasuk daerah rawa bencana LPB dan MDMC selalu siap berpartisipasi tanpa harus di komando langsung gerak. Sebagai penutup sambutan Muh. Samsuri meminta kepada warga muhamadiyah untuk akses informasi-informasi persyarikatan dapat memanfaatkan teknologi dengan mengakses media on line Muhammadiyah dari tingakt pusat, wilayah maupun daerah.

Sebagai penutup rangkaian Rakor disampaikan sambutan dan arahan oleh sekretasis umum PP Muhammadiyah DR. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang menyampaikan dinamisasi gerakan Muhammadiyah dalam rangka memajukan umat dan bangsa sebagai bagian dari dakwah berkemajuan. Muhammadiyah tidak sekedar mengumbar janji tapi Muhammadiyah banyak berkata tapi juga banyak bekerja karena ada ormas yang hanya banyak bicara saja, dalam konteks Muhammadiyah yang dilakukan menyelesaikan masalah bangsa dan umat dengan langkah-langkah yang kreatif dan membumi. (MPI PDM Kra – JOe).