PWM Jateng Gelar Road Show Koordinasi Ke PDM Se-Jateng

0
291

Pekalongan – Dalam rangka merespon beberapa pertanyaan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Se-Jawa Tengah terkait kepemimpinan Pimpinan Pusat Muhammadiyah ke depan pasca Muktamar Satu Abad Muhammadiyah di Yogyakarta, tanggal 3 – 8 Juli 2010, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah mulai melakukan road show koordinasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Se-Jawa Tengah yang terbagi dalam beberapa karesidenan. Road show koordinasi pertama di mulai dari karesidenan Kedu yang dilaksanakan di Magelang, 13 Mei 2010, dilanjutkan dengan karesidenan Banyumas, tanggal 15 Mei 2010, karesidenan Pekalongan dan karesidenan Semarang tanggal 16 Mei 2010, karesidenan Pati tanggal 30 Mei 2010, dan terakhir di karesidenan Surakarta yang direncanakan awal bulan Juni.

Rapat koordinasi tersebut banyak membahas tentang kepemimpinan Muhammadiyah ke depan yang akan dipilih dalam Muktamar. Selain itu, pertemuan tersebut juga melakukan evaluasi terhadap perjalanan kiprah dakwah Muhammadiyah pasca Muktamar Muhammadiyah ke – 45 di Malang, Jawa Timur, tahun 2005 lalu.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Drs. Marpuji Ali, M. Si, berharap agar muktamar Muhammadiyah tidak seperti muktamar organisasi Islam lainnya yang kemarin baru saja muktamar di Makasar, karena lebih condong sifat politisnya daripada syiarnya, dan yang menang memang yang pernah “sowan” ke Cikeas.

Marpuji Ali juga menjelaskan dua agenda inti muktamar yaitu muktamar merupakan arena untuk merencanakan program Muhammadiyah ke depan, serta pemilihan pimpinan Muhammadiyah yang dipandang mampu untuk menjalankan program Muhammadiyah ke depan tersebut. Muhammadiyah masih mempertahankan model pemilihan dengan cara memilih tim formatur yang berjumlah 13 orang, jadi tidak memilih satu nama ketua umum. Hal ini sangat menjadi citra Muhammadiyah yang memilih pimpinan yang amanah dan menjalankan kepemimpinan Muhammadiyah dengan pemikiran bersama. “Muhammadiyah itu tidak one man show”, ungkap Marpuji Ali.

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir, M. Ag, mengatakan bahwa kriteria pimpinan Muhammadiyah masih tidak jauh dari figur ulama yang mampu menjaga modernisasi Muhammadiyah, atau dapat dikatakan dapat melayani semua. Ada beberapa nama calon ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah di muktamar, diantaranya adalah Prof. Dr. Din Syamsuddin, M. A,  Prof. Dr. Yunahar Ilyas, M. A, dan Dr. Haedar Nasir, M. Si. Sedangkan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah berniat mengusung Dahlan Rais, M. Si, Dr. Abdul Mukti, M. Ed, dan Drs. Marpuji Ali, M. Si sebagai calon formatur di muktamar mendatang.

Hasil dari beberapa rapat koordinasi tersebut, banyak Pimpinan Daerah Muhammadiyah di Jawa Tengah yang masih merespon baik Din Syamsuddin untuk dipilih kembali sebagai ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Namun, adapula Pimpinan Daerah Muhammadiyah yang belum menyebutkan nama siapa yang dipilih menjadi ketua umum, tetapi menyebutkan kriteria ketua umum, diantaranya tentang kapabilitasnya, kapasitas, siddiq, tabligh, amanah, fatonah, populis, visioner, reformis dan mampu berkomunikasi baik dengan dunia internasional.