Disambut Senyum Ramah, Siswa Baru SD Muhammadiyah PK Kottabarat Merasa Senang

0
637
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Pagi itu Hassya Aqila Raisharessa sangat bersemangat saat memasuki gerbang SD Muhammadiyah PK Kottabarat diantar oleh ibunya, Senin (17/7/2017). Beberapa guru piket menyambut kedatangannya dengan senyum lalu mengajak bersalaman dan menanyakan kabar.
Di hari pertama masuk sekolah, gadis yang akrab disapa Chilla ini terlihat mantap dan tanpa ragu saat memasuki ruang kelas 1 A. Ia tidak mau ditunggui oleh ibunya dan bahkan mempersilakan ibunya untuk pulang.
Saat pulang sekolah, wartawan sempat mengajaknya berbincang-bincang. Chilla menyampaikan ia merasa sangat senang di hari pertama masuk sekolah. “Aku tadi senang sekali karena ustadz/ah sangat baik. Tadi salam-salaman, berkenalan dengan guru dan teman-teman di depan kelas, Ustadz bercerita kisah tikus dan harimau, trus menggambar dan melipat dengan kertas lipat” ungkapnya dengan polos.
SD Muhammadiyah PK Kottabarat mengadakan program Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) selama satu Minggu ke depan. Program ini difokuskan pada pengenalan siswa kelas 1 terhadap guru, karyawan, dan lingkungan sekolah.
Wahyu Widodo, salah satu guru kelas 1 menyatakan bahwa program PLS hari pertama dan kedua digunakan untuk mengenalkan siswa kelas 1 untuk mengenal guru dan siswa di kelas 1. Hari ketiga dan keempat untuk pengenalan lingkungan sekolah. Hari kelima dan keenam untuk pengenalan kultur atau budaya sekolah.
“Secara formal program PLS ini kami rancang selama seminggu, tetapi pada dasarnya proses transisi dari lingkungan TK ke SD biasanya membutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan untuk menanamkan kultur dan mengenalkan aturan-aturan formal sekolah” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan pengalamannya selama ini, waktu tiga bulan itu semua guru dan orang tua/wali siswa benar-benarharus telaten dan sabar dalam mendampingi siswa. “Aturan-aturan sekolah tentunya belum bisa diterapkan secara saklek”, tegasnya.
Waktu tiga bulan pertama ini sangat penting dan harus dihadapi dengan hati-hati karena sebagai pintu masuk penumbuhan karakter bagi siswa kelas 1. “Ibaratnya jika waktu tiga bulan ini berhasil dengan baik, maka akan menentukan keberhasilan belajar para siswa di mana yang akan datang”, imbuhnya.
Pada tahun ajaran2017/2018 ini, SD Muhammadiyah PK Kottabarat menerima siswa baru sejumlah tiga kelas dan tiap kelas terdiri dari 28 siswa. Seperti diketahui, bahwa selama beberapa tahun terakhir ini SD Muhammadiyah PK Kottabarat selalu menempati peringkat pertama rata-rata nilai Ujian Sekolah/Madrasah (US/M) di tingkat Kota Surakarta. (Sugiharko Sahid)