Prof Suyono Jabarkan Konsep Hidup Panjang Umur, Apa Saja…?

0
88
TAUSIAH. Wakil ketua PWM Jateng, Prof. Dr. H. Yusuf Suyono, MA menyampaikan ceramah konsep hidup umur panjang. (lid lazismu kdl)

PWMJATENG.COM, KENDAL – Menjalani hidup yang penuh tekanan dan cobaan membuat seseorang mudah terserang penyakit yang disebabkan kelelahan fisik maupun pikiran. Dengan segala kemudahan di era serba modern ini, terkadang justru masih banyak orang yang semakin mudah terkena penyakit  karena pola hidup yang tidak sehat. Sedangkan setiap manusia berkeinginan diberi umur yang panjang dengan kondisi sehat dan bahagia.

Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua PWM Jateng, Prof. Dr. H. Yusuf Suyono, MA dalam pengajian Ahad Pagi (15/9) di halaman Klinik Pratama Tampingan, Boja.

Di hadapan ratusan anggota jamaah pengajian, beliau menjelaskan, konsep umur panjang terdapat dalam ajaran Islam yang di dasarkan pada sumber Al qur’an dan Sunnah.

“Umur manusia adalah milik Allah. Manusia hanya dapat menerima keputusanNya, dan manusia tidak bisa mengurangi atau menambah umurnya” kata Prof Suyono.

Beliau menjelaskan, umur panjang seseorang bukan ditentukan oleh berapa tahun hidup di dunia, tetapi hidupnya memiliki aktifitas yang positif dan memberi manfaat sesama.

“Orang yang berumur panjang, artinya yang berhasil meraih kemakmuran dalam hal harta, ilmu dan amal kebaikan. Sekalipun orang memiliki umur panjang, sampai ratusan tahun, misalnya, tetapi kalau hidupnya tidak berbuat baik sesama, sama halnya dengan umur pendek atau bahkan mengalami kebangkutan hidup” ungkapnya

Wakil Ketua Pembina Majelis Pelayanan Sosial dan Majelis Lingkungan Hidup PWM Jateng itu melanjutkan, untuk memperoleh umur panjang terdapat kegiatan-kegiatan yang dianjurkan dalam Islam, diantaranya adalah menjalin sillaturrahmi.

“Manfaat silaturahmi untuk kesehatan jiwa adalah memperpanjang umur seseorang. Para ahli menyatakan bahwa melalui pengamatan, mereka yang banyak bersosialisasi cenderung berumur lebih panjang dibandingkan mereka yang gemar mengisolasi dirinya sendiri” tegas Prof Suyono sambil mengutip sebuah hadist Nabi ‘Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung tali sillaturrahmi’

Konsep hidup umur panjang menurut beliau selanjutnya adalah tidak mencari musuh.

“Orang yang mencari musuh atau mempunyai musuh hatinya cemas, dan cenderung sangat tidak bersahabat pada orang yang dijumpai. Ketika bertemu dengan orang yang dibenci, akan muncul kemarahan” ujarnya.

Beliau berpesan agar hidup jangan diwarnai dengan permusuhan, kebencian yang berlebihan.

“Jadi segera ubah kebiasaan buruk itu agar orang-orang tidak semakin menjauh dari kamu” sarannya.

Kita hidup juga jangan mudah berfikir negatif kepada sesama. Pikiran negatif muncul dan memasuki pikiran yang sedang kosong, sehingga bagi sebagian orang sulit menghindarinya.

”Pola pikir negatif dapat terlihat dari cara seseorang memandang atau merespon persoalan yang sering mengabaikan rasionalitas, logika, fakta atau informasi yang relevan” jelanya lagi.

Yusuf Suyono yang juga dosen UIN Walisongo Semarang juga menambahkan resep umur panjang adalah tidak angkuh, iri, dan dengki.

“Angkuh, iri, dan dengki adalah penyakit hati yang tidak akan membawa kebaikan untuk diri dan kehidupan kita. Hidup kita juga akan jauh dari ketenangan karena selalu merasa sakit hati dan tidak senang setiap kali melihat orang di lingkungan kita mendapat kebahagiaan”

Di bagian akhir beliau memberi saran kepada jamaah untuk meraih umur panjang dengan amal kebaikan, mengkonsumsi makanan yang halal dan istirahat yang cukup.

“Istirahat cukup, yaitu antara 6 – 7 jam dalam sehari memiliki rata – rata tingkat kematian paling rendah” katanya mengutip dari psikologionline yang menyebutkan hasil penelitian oleh Fakultas Kedokteran Universitas California San Diego bekerjasama dengan perkumpulan Masyarakat Kanker Amerika (American Cancer Society) menunjukkan adanya hubungan antara waktu tidur dan tingkat kematian. Mereka menemukan bahwa seseorang yang tidur antara 6-7 jam sehari memiliki rata-rata tingkat kematian paling rendah. Adapun angka rata-rata harapan hidup terbaik ada pada mereka yang tidur selama 7 jam sehari. (Lid/Lazismu Kdl)