Peringati Milad, Universitas Muhammadiyah Purwokerto Gelar Tasyakuran

0
438

PURWOKERTO – Dalam rangka memperingati milad emas ke 50 tahun, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tidak larut dalam hingar bingar pesta. Setelah acara pembukaan milad yang meriah beberapa hari lalu, Minggu (5/4), UMP menggelar tasyakuran milad emas ke 50 di aula AK. Anshori, kantor pusat UMP.  Ada yang berbeda dengan tasyakuran di tahun ini, selain mendatangkan Prof. Dr. HA. Malik Fajar, MSc, UMP juga memberikan sejumlah penghargaan kepada civitas akademikanya.
Ada banyak kategori penghargaan yang diberikan oleh UMP yaitu kesetiaan pengabdian 20 tahun, 30 tahun, tanda jasa dan penghargaan yang diberikan pada mantan pegawai UMP (tenaga pengajar dan tenaga akademik) ketika statusnya masih Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP). Total, 34 orang menerima penghargaan tersebut. Tidak hanya itu, UMP juga memberikan bantuan biaya pendidikan tingkat SD, SMP, SMA dan Perguruan tinggi bagi putra-putri pegawainya yang berprestasi. Pada kesempatan tersebut juga diperkenalkan theme song UMP yang berjudul UMP Merah Putih. Ini adalah pertama kalinya UMP memiliki theme song.
Rektor UMP, Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, MH. mengatakan UMP memegang teguh komitmen, menjadi yang unggul, modern dan Islami. Rektor menjelaskan, UMP senantiasa meningkatkan kualitas tenaga pengajarnya, itu dapat dilihat dari semakin banyaknya tenaga pengajar yang menempuh studi lanjut S3. Rektor juga menuturkan bahwa UMP sedang mempersiapkan penambahan program pascasarjana dan S1 kebidanan. Sampai saat ini UMP telah memiliki 11 fakultas, 31 prodi didukung dengan 315 tenaga pengajar dan 311 tenaga akademik. UMP juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan pegawainya. Itu dapat dilihat dari besaran gaji yang diterima, tunjangan, pensiunan hari tua dan berbagai fasilitas lainnya. Rektor berharap nantinya kekuatan UMP tidak lagi di SPP mahasiswa tetapi pada PT. UMP Insan Mulia yang dipersiapkan menjadi holding company profitable. “Salah satu holding company UMP adalah SPBE UMP yang rencananya akan di Cimanggu, Majenang. Semua holding copany yang ada akan mendorong UMP agar memiliki kemampuan berkembang lebih cepat,” kata rektor.
Senada dengan rektor, Ketua BPH, Prof. Dr. H. Baedhowi MSi mengatakan, bertambahnya usia UMP menandakan UMP terus berkembang. Menuruntnya, perkembangan ini harus diiringi dengan layanan terbaik untuk umat. Baedhowi memastikan, keberhasilan UMP merupakan hasil sinergi semua pihak. “Adanya sinergisitas dan manajemen yang baik mendorong pertumbuhan UMP lebih baik lagi,” katanya.
Sementara itu, dalam tausyiahnya, Prof. Dr. HA. Malik Fajar, MSc lebih menekankan agar UMP haus akan impian. Menurutnya, di usia yang ke 50 tahun cita-cita UMP tidak boleh terbatas. “Terus berjuang. Ruang boleh terbatas tetapi cita-cita dan impian tidak boleh terbatas,” pesannya. Acara kemudian dengan tutur sejarah berdirinya UMP oleh Prof. Dr. Sugeng Priadi, MHum. Audiens menyimaknya dengan baik, apalagi penuturan yang dibawakan oleh Sugeng sangat jelas dan detil namun tetap terdengar ringan.(Pra/ump.or.id/editor: Fakhrudin)