Peringati Milad, IMM UIN Walisongo Gelar Pawai Lilin dan Pembacaan Puisi Kebangsaan

0
696

PWMJATENG.COM, SEMARANG -Dalam rangka memperingati hari lahir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke-53, Pimpinan Komisariat (PK) IMM Al-Faruqi UIN Walisongo adakan pawai lilin danpembacaan puisi kebangsaan pada Selasa 14 Maret 2017.

Menurut Ketua Umum PK IMM al-Faruqi, Ghifari Ma’ruf menjelaskan bahwa filosofi dari pawai lilin dan pembacaan puisi kebangsaan ini adalah simbol dari kecintaan IMM terhadap bangsa. Lilin memancarkan cahaya dan puisi adalah syair pujangga. Dengan filosofi itu Ma’rufingin menegaskan bahwa IMM adalah cahaya cinta terhadap bangsa dan negara.

Acara yang bertempat di depan gerbang kampus 3 UIN Walisongo itu mengusung tema “Berkhidmat Untuk Umat Menuju Indonesia Berdaulat”.Acara dihadiri oleh seluruh kader IMM Al-Faruqi dan Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Tengah, Badrun Nuri.

Badrunmenyampaikan,mahasiswa jangan hanya aktif dalam perkuliahan, tetapi mahasiswa juga harus aktif berorganisasi.Hal itu dimaksudkan sebagai penerapan dari ajaran Islam yang menyerukan bahwa tugas manusia dimuka bumi ialah sebagai sosok pemimpin.

“Sebagai aplikasi dari seorang khalifahfilardpengaplikasiannya dengan berorganisasi, yaitu IMM,” kata Badrun saat menyampaikan orasinya.

Ia juga mengatakan, kader IMM harus mempunyai komitmen untuk membangun bangsa. Bukan untuk mencari kekuasaan, melainkan untuk berkontribusi terhadap negara. Karena untuk memajukan suatu negara tidak cukup hanya dengan menonton saja, melainkan harus berani terjun langsung ke dalam praktek nyata.

“Saat ini banyak kader-kader Al-Faruqi yang menjabat dipemerintahan, ada yang menjadi staf ahli Mendikbud RI dan ada juga yang menjabat anggota DPRD Jawa Tengah”. Ucap mantan ketua umum Pimpinan Cabang IMM Semarang itu.

Zahara, salah satu kader IMM Al-Faruqi mengatakan, setuju dengan pesan yang disampaikan oleh Badrun. Bahwa berorganisasi merupakan langkah awal untuk dapat terjun sebagai kader persyarikatandan bangsa demi melibatkan diri dalam membangun negara.

“untuk saat ini, perjuangan dimualai dari organisasi,” ujarnya.(Ilyas)