Penyematan Tanda Kenaikan Tingkat dengan Menjelajahi Bukit Patrawis

0
545

PWMJATENG.COM, PURBALINGGA – Penyematan tanda kenaikan tingkat biasanya dilakukan dengan upacara. Berbeda dengan yang dilakukan Hizbul Wathan (HW) SMK Muhammadiyah Bobotsari dengan mengadakan jelajah alam di area perbukitan Patrawis Desa Palumbungan Kecamatan Bobotsari Purbalingga, Ahad (7/5) kemarin.

Ketua Qobilah HW, Rakanda Rizka mengatakan kegiatan digelar dalam rangka penyematan tanda kenaikan tingkat dari Taruna Melati menjadi Taruna Melati Satu. Dijelaskan Rakanda Rizka, dalam kegiatan ini ada beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan, yaitu long March, Api Unggun, pemantapan dan pengujian SKT, jelajah alam dan diakhiri dengan acara pelantikan Taruna Melati satu.

“Acara ini dilaksanakan pada tanggal 6 – 7 mei 2017 di lapangan Desa Palumbungan ini diikuti oleh 38 anggota penghela HW Qobilah Jend. Soedirman dan Ny. Hj. Yunus Anies SMK Muhammadiyah Bobotsari”, tandasnya.

Area perbukitan Patrawis Desa Palumbungan Wetan menjadi pilihan karena di area ini dipenuhi perbukitan yang terjal dan curam. Selain itu area sungai yang deras, menjadi sangat menantang guna uji keberanian dan ketangkasan para pandu HW SMK Muhammadiyah Bobotsari.

Sementara itu Furin Nurdianto, Pembina HW menjelaskandalam pembuukaan acara, bahwa Hizbul Wathan terlahir atas semangat membela tanah air para kaum muda dari invasi penjajah. Maka pada masa sekarang, aplikasi membela dan cinta tanah air adalah dilaksanakan dengan melaksanakan pendidikan dan tugas-tugas memajukan sosial kemasyarakatan.

“Muhammadiyah adalah gerakan dakwah yang intensif melakukan misisosial kemasyarakatan. Maka HW sebagai anak kandung Muhammadiyah harus mampu menghayati dan mengaplikasikan nilai-nilai spirit memajukan masyarakat dengan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan yang berkemajuan sebagai bentuk cinta pada tanah air dan bangsa,” tandasnya.

Dalam amanatnya, Kepala SMK Muhammadiyah Bobotsari Toto Widiarto berpasan agar para kader dan pandu HW harus senantiasa meningatkan kapasitas keilmuan dan jiwa kepemimpinannya melalui berbagai pendidikan dan pelatihan dalam kepanduan Hizbul Wathan.

“Niai-niai yang terkandung dalam Janji dan Undang Undang Pandu HW harus tertanam dalam jiwa setiap pandu HW dan mampu diaplikasikan dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Sehingga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dapat mengantarkan para pandu HW menjadi manuasia-manusia yang unggul,” katanya.

Toto menambahkan, Pandu HW harus unggul dalam intelektual, moraldan spiritual. “Dalam hal akademis harus unggul, akhlak dan tingkah laku yang mulia juga akan mencerminkan pandu islam yang memiliki jiwa semangat perjuangan Hizbul Wathan,” tandasnya. (Tegar Roli A.)