Pentingnya Pengendalian Diri dalam Perilaku Hidup Sehari-hari Pasca-Ramadhan

0
1188
Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Magelang Jumari (Berdiri) sedang memberikan Khotbah Idul Fitri 1438 H di Lapangan Dusun Pedak, Desa Bumirejo, Kecamatan Mungkid

PWMJATENG.COM, Mungkid – Idul Fitri yang senantiasa hadir dan diperingati setiap tahunnya perlu dijadikan momentum bagi setiap pribadi manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Kehadiran Idul Fitri yang dirayakan setelah Bulan Ramadhan memberikan pesan bahwa setiap pribadi manusia harus mampu mengambil hikmah dari pelaksanaan ibadah puasa yang utamanya adalah pelajaran mengenai pentingnya pengendalian diri dalam perilaku hidup sehari-hari.

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Magelang Drs. H. Jumari dalam Khotbah Idul Fitri 1438 H di Lapangan Dusun Pedak, Desa Bumirejo, Kecamatan Mungkid pada Minggu, 25/ 06/ 2017. “Makna sejati dari kemenangan yang diperoleh pada setiap perayaan Idul Fitri adalah pengendalian diri” katanya.

Jumari menekankan beberapa hal terkait pengendalian diri, pertama bahwa manusia senantiasa perlu menghayati dan merenungi kehadiran Allah SWT yang maha mengetahui, sehingga diharapkan sanggup untuk mengendalikan diri dari sifat-sifat tercela sekalipun tidak terlihat oleh manusia yang lainnya. Kedua menghindari dari pemborosan serta kenikmatan sesaat yang nantinya akan berakibat pada kerugian, ketika manusia mampu mengendalikan diri untuk tidak melakukan pemborosan untuk kemudian dialihkan pada hal-hal yang lebih bermanfaat maka sebenarnya hal itu adalah bentuk investasi masa depan yang hakiki untuk kehidupan akhirat nanti.

Kemudian ketiga adalah pentingnya memiliki kepekaan sosial terhadap kondisi dan situasi dilingkungannya yang salah satunya melalui perintah zakat fitrah di akhir ramadhan, harapan kedepannya adalah tumbuhnya komitmen moral dan sosial untuk mempersempit kesenjangan ekonomi diantara kelompok masyarakat mampu dan tidak mampu.

Dalam kehidupan politik juga diperlukan pengendalian diri, setiap proses suksesi kepempinan mulai dari pemilihan kepala desa maupun pilkada, pihak-pihak yang memiliki keinginan untuk mendapatkan kekuasaan melalui kepemimpinan maka harus mampu mengendalikan diri dari perilaku yang menyimpang dan tercela dalam mendapatkan kekuasaanya tersebut. Ketika kekuasaan diperoleh dengan cara-cara yang baik maka nantinya akan mampu amanah dan memberi manfaat bagi masyarakat yang dipimpinnya.

Jumari menambahkan bahwa ketika setiap manusia mampu memahami dan menyadari makna kemenangan yang sebenarnya dari setiap perayaan idul fitri maka akan terbina pribadi yang senantiasa bersyukur atas apa yang telah dimiliki dan didapatkan. (handy/ MPI PDM Kab Magelang)