Pengajian Rabiul Awal, Rasulullah Teladan Manusia

0
61

PWMJATENG.COM, SOLO – Sebaik-baik manusia yang paling besar kebermanfaatannya bagi manusia lain. Muhammadiyah adalah orang-orang yang mengikuti keteladanan Nabi Muhammad Saw., Pesan ini disampaikan Penceramah Dosen IAIN Surakarta H Ipmawan Muhammad Iqbal pada warga SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Senin pagi (26/10/2020).

”Di antara kita mengiklankan diri bahwa kita bagian dari ketauladanan. Muhammad hadirkan dalam kehidupan kita. Jadi berbahagilah, bergembiralah langkah hidup kita senantiasa bercermin kepada Muhammad Saw.,” ingatnya.

Selama orang punya motif. Maka pembelajaran tidak berhenti, rumahku surgaku. 3 amal manusia yang tidak akan terputus yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya.

Allah SWT berfirman: “Laqod kaana lakum fii rosuulillaahi uswatun hasanatun” yang artinya “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS Al-Ahzab : 21).

”Bapak ibu bisa menjadi inspirasi murid dan wali murid. Tidak mempersulit orang. Salah satu misi kenabian Muhammad memperbaiki akhlak (umatnya). Beliau diturunkan menjadi nabi dan rasul di suatu tempat yang masyarakatnya mengalami degradasi akhlak,” bebernya.

Untuk memperbaiki kebobrokan akhlak, Muhammad SAW diutus. Beliau bersabda, “innamaa bu’itstu li-utammima makaarimal akhlaaq.” Artinya, sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.

Allah pun memuji keluhuran akhlak beliau sebagaimana tergambar dalam QS Al-Qalam ayat 4 yang artinya, “Sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur,”

Bagaimana pribadi Rasulullah al Amin (orang yang dapat dipercaya dan sangat amanah), tinggal bagaimana kita mengikuti jejaknya. ”tidak ada sekolah manapun yang memberi gelar al Amin. Muhammadiyah dakwahnya meniru darul arqam,” imbuhnya

Sementara itu, Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti MPd menjelaskan, harapan kegiatan ini memberikan banyak pencerahan terkait nabi kita itu dalam perjuangannya mensyiarkan agama islam penuh suka duka, penuh dengan keprihatinan.

“Harapannya dengan contoh-contoh yang diberikan oleh nabi Kita, kita bisa melewati masa-masa sulit ini dengan baik. Penuh kesadaran, penuh keikhlasan sehingga kita lulus semuanya tidak hanya secara fisik, kita terhindar dari wabah penyakit dan secara spiritual kita semakin bertakwa kepada Allah Swt.,”pungkasnya.

Kegiatan diikuti sebanyak 75 guru karyawan, berlangsung sederhana tapi mengena dan khidmat dengan protokol kesesehatan berjarak dan memakai masker. (Humas, Jatmiko)