Pengajian AMM Wonosobo; Bangkit Bersatu, Berjamaah Lawan Korupsi

0
681
Ketua PDM Wonosobo berfose bersama, Bupati dan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah usai pembaretan KOKAM

PWMJATENG.COM, WONOSOBO – “Sebagai pemuda kita harus mempunyai ghirah keislaman, berani ber-amar makruf nahi munkar”. Kalimat tersebut merupakan salah satu isi pengajian Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Wonsobo  yang disampaikan oleh ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak pada hari ahad (23/10) bertempat di Pendopo Bupati Wonosobo.

Pengajian AMM yang bertemakan ‘Bangkit Bersatu Berjamaah Lawan Korupsi’ ini merupakan putaran kedua pengajian AMM yang diselenggarakan oleh PCPM Kota. “Putaran pertama sudah dilaksanakan di Cabang Leksono, kali ini Cabang Kota dan semoga terus tetap berlanjut. Ujar Firman Cahyadi, ketua PDPM Wonosobo dalam sambutannya.  Selain itu ia juga menambahkan bahwa tema ini diangkat sebagai wujud tanggung jawab Angkatan Muda Muhammadiyah dalam menyelesaikan masalah keumatan salah satunya adalah korupsi.

Pada kesempatan ini hadir juga bapak Eko Purnomo  sebagai  Bupati  Wonosobo, Kapolres dan unsur pimpinan Muhammadiayah. Bupati Wonosobo dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran pemuda muhammadiyah telah hadir sejak sebelum kemerdekaan. Dan dengan kegiatan ini pemuda muhammadiyah bisa menjadi pelopor bagi kebangkitan para pemuda. “Pemuda harus bisa merubah dari diam itu emas menjadi katakanlah yang benar walau itu pahit.” Ujarnya  mengutip pepatah Arab.

Pengajian AMM kali ni menghadirkan ketua Umum  Pimpinan Pemuda Pusat Muhammadiyah  Dahnil Anzar Simanjuntak. Seperti yang jamak dikatehaui, bahwa bang Dahnil panggilan  akrabnya cukup intens melakukan advokasi terhadap warga  yang mengalami diskriminasi. Selain itu, beliau juga dikenal melalui Madrasah Anti Korupsi (MAK) yang mulai tumbuh di berbagai daerah.

Dalam penyampaiannya, Dahnil mengajak semua elemen yang ada di Muhammadiyah untuk terus menyerukan amar makruf nahi munkar, dimulai dari skup yang terkecil hingga skup yang luas. Ibda’ binafsik. Atau memulai dari diri sendiri.  Sebagai pemuda, Dahnil juga mengajak Para pemuda untuk terus bergerak dengan dakwah yang mencerahkan dan berkemajuan. Karena pemudalah yang punya energi untuk menggerakkan serta merubah kondisi bangsa ini.

Melalui Madrasah  anti korupsi, Pemuda Muhammadiyah ingin mencetak rule model atau melahirkan para pemimpin tauladan yang mempunyai integritas, dan itu telah dimulai dari sekolah-sekolah dan dari lingkungan keluarga.

Hal ini juga senada dengan apa yang disampaikan oleh ketua PDM Wonosobo, Drs. Bambang Wen. Beliau mengatakan bahwa perubahan besar banyak dilakukan oleh para pemuda. Lihat saja tonggak sumpah pemuda pada tahun 1928, proklamasi pada tahun 1945,  lengsernya orde lama 1966 hingga era reformasi pada tahun 1998.

Acara yang diikuti oleh sedikitnya 1500 anggota Muhammadiyah ini berakhir menjelang azan zuhur berkumandang. Acara  ini juga disertai dengan pembaretan anggota KOKAM serta Lounching toko Suara Muhammadiyah PCPM Kota Wonsobo. “Alhamdulilah semua lancar dan sukses”, ujar Alvlaz salah seorang panitia dari PCPM Kota Wonosobo. (Pauzan)