Penataran GPAI, Dikdasmen Hadiahi Laptop Guru Berprestasi

0
331

SEMARANG – Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah memberikan penghargaan berupa satu buah laptop kepada guru-guru berprestasi tingkat nasional di lingkungan Muhammadiyah. Penghargaan berupa laptop tersebut diberikan masing-masing kepada Sri Darwati, S. Pd, M. Pd dan Sumiati.
Sri Darwati, guru SMP Muhammadiyah 1 Surakarta, menerima penghargaan atas prestasinya yang berhasil meraih juara I Olimpicad Tingkat Nasional dalam bidang Portofolio dan Pengabdian, sedangkan Sumiarti, guru SD Muhammadiyah 8 Surakarta, menerima penghargaan atas keberhasilannya meraih Juara II Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Tingkat Nasional.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara pembukaan Penataran Guru Pendidikan Agama Islam SD, SMP, SMA/SMK di lingkungan Muhammadiyah se- Jawa Tengah, Selasa (3/8) malam, di Balai Pelatihan BKK Supriyadi Semarang.
Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Tengah, Dr. Masrukhi, M. Pd, mengutarakan bahwa penghargaan tersebut diberikan bertepatan dengan pembukaan acara penataran dengan maksud dapat memotivasi guru-guru lain di lingkungan Muhammadiyah untuk mengukir prestasi.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. H. Rozihan, SH, M. Ag, menyoroti akan minimnya akses guru-guru di Muhammadiyah untuk menulis. Dia menuturkan janji Allah yang akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu, serta menganalogikan derajat guru lebih tinggi daripada para pahlawan dengan pepatah tinta para guru, ilmuan dan ulama lebih berharga daripada darah pahlawan.
Rozihan menjelaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah dalam pelaksanaannya menggabungkan unsur iman dan ilmu. Menurut Rozihan, iman dan ilmu sangat penting dalam melawan syirik-syirik modern yang berkembang sekarang ini, seperti kecintaan terhadap kekuasaan dan jabatan yang melebihi cintanya kepada Allah.
“Guru-guru di Muhammadiyah harus meningkatkan empat kekuatan dalam menghadapi tantangan syirik modern, yaitu kekuatan iman dan akidah, kekuatan ilmu, kekuatan politik dan kekuatan jaringan”, tegas Rozihan.
Asisten I Kesra Sekda Pemprov Jawa Tengah, Drs. H. Muhammad Yusuf, memaparkan upaya pemerintah provinsi Jawa Tengah dalam meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, salah satunya dengan meningkatkan kapasitas guru, mendorong kualitas proses belajar mengajar dan melakukan sertifikasi tenaga kependidikan. “UU No. 20 tentang sisdiknas menuntut adanya tenaga pendidik yang berkualitas”, tegasnya.
Acara penataran guru PAI tersebut dilaksanakan sampai 6 Agustus, dengan jumlah peserta guru SD, SMP dan SMA/SMK masing-masing berjumlah 50 peserta.
Dr. Masrukhi berharap agar penataran tersebut mampu meningkatkan kualitas guru al Islam dan Kemuhammadiyahan, sehingga mampu membentengi siswa terhadap karakter bangsa. (Udn)