Pemuda Tani Muhammadiyah ’Mlethek Srengenge’ Perkuat Eksistensi Pemuda di Cabang

0
276

BANYUMAS
– Kelompok Pemuda Tani ’Mlethek Srengenge’ Pimpinan Cabang Pemuda
Muhammadiyah Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah,
menunjukkan eksistensi peranan Pemuda Muhammadiyah di tataran Pimpinan Cabang. Keberhasilan melakukan panen raya tahun 2010 lalu, di area pesawahan
wakaf milik Muhammadiyah Cabang Jatilawang, yang terletak di belakang
SPBU Tinggarjaya-Jatilawang, Kabupaten Banyumas, membuktikan bahwa Gerakan Pemuda Muhammadiyah di Jawa Tengah tetap eksis sampai pada tataran Kecamatan dan Desa.

Bahkan, kesuksesan panen raya tersebut juga disaksikan oleh Bupati Banyumas, Mardjoko, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. H.M. Din
Syamsudin, MA, pimpinan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pusat
Muhammadiyah, pimpinan MPM Wilayah Jawa Tengah, Pimpinan Daerah
Muhammadiyah (PDM) Banyumas serta Rektor Universitas Muhammadiyah
Purworejo dan Purwokerto.

Bupati Mardjoko  selain memberikan
sambutan dalam acara panen raya, juga menjadi narasumber pada sarasehan
dengan tema ”Bagaimana menjadi Petani yang Sukses”, yang dilaksanakan Kelompok Tani Pemuda Muhammadiyah “Mlethek Srengenge”.

Setelah panen raya, produk-produk pertanian yang
dihasilkan oleh Kelompok Pemuda tani ”Mlethek Srengenge” juga dipamerkan, antara lain:
Corynebacterium, PGPR, Bokashi, Arang Sekam, Moretan, Beuveria,
Trichoderma, Gliocladium, Pemacu Buah, Bubu Tikus dan Pestisida Nabati.

Dalam sarasehan bertema ”Bagaimana menjadi Petani yang Sukses”,
selain Bupati Mardjoko, nara sumber lainnya adalah Prof. Dr. H.M. Din
Syamsudin, MA, MPM Pusat Muhammadiyah, Dinas Pertanian Kabupaten
Banyumas, Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo dan Purwokerto.

Bupati Banyumas menyoroti kurangnya minat pemuda untuk
menjadi petani, yang disadari merupakan salah satu masalah di Kabupaten
Banyumas, bahkan di tingkat nasional. Menurut Bupati, keterlibatan
generasi muda dalam bidang pertanian sangat penting, karena melalui
peran generasi muda, sosialiasi teknologi di bidang pertanian akan
lebih cepat terserap. Karenanya, Bupati memberikan apresiasi atas munculnya Kelompok
Pemuda Tani dan Wanita Tani di beberapa daerah, termasuk kelompok
’Mlethek Srengenge’. Bupati menyarankan para pemuda tidak malu untuk
berprofesi sebagai petani. ”Petani bukan hanya mereka yang memegang
cangkul, tetapi petani adalah mereka yang berkecimpung di dunia
pertanian secara luas, dan ikut berpartisipasi dalam membuka lapangan
kerja, kesempatan kerja dan kesempatan berusaha di bidang pertanian”
terang Bupati. (Udn/Bnyms Nws)