Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang Gelar Kajian Bisnis Muslim Entrepreneur

0
326

SEMARANG – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Semarang menyelenggarakan Kajian Enterpreneur dan Buka Puasa bersama di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jawa Tengah, jl. Singosari Raya No. 33 Semarang. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 100 peserta tersebut digelar karena sekarang ini makin marak umat muslim yang berbisnis atau berwirausaha.
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang, Amruddin Mahfudh Jumai, SE, MM, mengatakan acara kajian bisnis dengan tema Success Muslim Entrepreneur tersebut bertujuan untuk menambah pengetahuan bagi para wirausaha agar menjalankan bisnis yang halal dan barokah. “Paling tidak umat muslim yang berbisnis ini tahu bagaimana memulai dan menjalankan bisnis yang sesuai dengan akidah serta syariah Islam,” ungkap AMJ, sapaan akrab Juma’i.
Kegiatan kajian bisnis tersebut menghadirkan H. Saefudin Waspada, pengusaha eksportir mebel dan mantan Bendahara Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, serta Dra. Hj. Siti Fatimah, pengusaha dan juga Ketua Indonesian Women Millenium Development Goals Korda Jawa Tengah. Keduanya memberikan rumusan-rumusan untuk mulai menjadi pengusaha atau mengembangkan usahanya menjadi besar, dan prinsip-prinsip dasar dalam berwirausaha menurut Rasulullah Muhammad SAW. Dengan modal tersebut generasi muda Muhammadiyah siap menjadi juragan-juragan yang bermartabat.
Tindak Lanjut Pembentukan BTM
Setelah kajian enterpreneur tersebut, akan ditindaklanjuti dengan melahirkan amal usaha baru berupa Baitul Tanwil Muhammadiyah (BTM), yang nantinya akan dikembang di seluruh kecamatan di Kota semarang dan dikelola secara profesional.
“Investor pertama kali adalah H.Saefudin Waspada, Raharjo Hardiwinoto, Setia Irianto, Munjirin, Widhi Handoko, Ketut Budiman, Bejo Paiman, AM.Juma’i dan Insya Allah masih banyak yang menyusul untuk bergabung dalam pembentukan BMT ini”, papar Juma’i.
Juma’i juga menjelaskan bahwa amal usaha BTM tersebut dirikan atas dasar kebersamaan dan kejururan sehingga ketika usaha tersebut nanti pesat maka diharapkan mampu mengakomodir para generasi muda masih menganggur, disamping dapat mengurangi angka pengangguran di Kota semarang juga dapat mengurangi tindak kejahatan. “Karena pengangguran alias kefakiran akan mendekatkan pada kekufuran dan kufur dekat dengan kejahatan”, ungkap Juma’i.
Juma’i menegaskan tekat unit usaha tersebut harus kuat dan kokoh sehingga dapat berkembang dengan baik dan dapat dijadikan sebagai wahana Dakwah bilhal. (Fakhrudin/sumber:suaramerdeka.com)