Pemuda Muhammadiyah Kepil Harus Mampu Pecahkan Masalah Keumatan

0
616

PWMJATENG.COM, WONOSOBO – Minggu (25/12/2016), Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kepil Daerah Wonosobo mengadakan Rakercab (Rapat Kerja Cabang) yang bertempat di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Kepil. Pemuda Muhammadiyah Kepil siap menjalankan roda pergerakan menuju pemuda yang mandiri dan siap untuk program empat tahun ke depan.

Rapat dimulai pukul 09.00 – 15.00 WIB yang dibuka langsung oleh H. Zaenal Abidin selaku Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kepil. Dalam sambutannya, dia memberikan penuturan keorganisasian diera saat ini yang menjadikan indikasi tantangan bagi Pemuda Muhammadiyah, terjadinya liberalisasi agama, libelisasi ekonomi.

“Pemuda dalam dakwahnya tetap menerapkan pendekatan secara kultur (dimensi sosial), penguatan ekonomi kekeluargaan dan organisasi untuk kekuatan dalam pelaksanaan berorganisasi secara mandiri dengan menciptakan peluang-peluang ekonomi,” pesannya.

Sementara itu, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Wonosobo yang diwakili oleh Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Sariman, SPd.I, menegaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah sebagai Kader Muhammadiyah harus mampu memecahkan masalah ummat digaris terdepan, mendedikasikan diri untuk organisasi sehingga mampu menjalin hubungan dan kegiatan antar personal serta terlaksananya program kerja sebagai tolak ukur berjalannya sebuah organisasi.

“Tujuan berorganisasi antara hati dan perbuatan harus seimbang dan menjadikan semangat berkemajuan untuk Muhammadiyah. Serta menerapkan strategi dakwah di masyarakat secara kultural keorganisasian yang amar ma’ruf nahi mungkar,” tegasnya.

Pemuda Muhammadiyah Kepil diharapkan juga mampu mengambil peran dalam dunia politik dan pemerintahan dalam kerangka da’wah amar ma’ruf nahi mungkar, menjadi garda depan dalam budaya dan kebudayaan. Sebagai Pemuda Muhammadiyah harus mampu berbuat dan menjadikan tauladan pada generasinya tegasnya kepada peserta rakercab.

Sedangkan Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kepil, Amin Fajar Rohman dalam sambutannya ingin memperkuat perekonomian pemuda dan juga ingin mewujudkan  Kepil yang bersih dari kemaksiatan dengan program-program dakwah yang strategis. (Sariman)